Pararaton: Kitab Raja-Raja, Babad Mitologis Singhasari dan Majapahit
ęĶĨęĶŦęĶŦęĶĄꦺꦴęĶĪ꧀ • Serat Pararaton atawa Katuturanira Ken Angrok • Abad ke-15–16
Naskah Serat Pararaton — Salinan halaman 3-4 dalam aksara Jawa, dari koleksi Wikisource Jawa. Kitab ini mengisahkan raja-raja Singhasari dan Majapahit.
Dari Bali, ditemukan naskah pendek namun penuh misteri. Pararaton, atau "Kitab Para Raja", adalah babad yang mengisahkan perjalanan Singhasari dan Majapahit dengan bumbu mitologi yang kental. Dimulai dengan cerita inkarnasi Ken Arok yang memancarkan sinar di atas kuburan, kitab ini menjadi sumber sejarah sekaligus karya sastra yang sarat simbol. Mari menelusuri lembaran-lembaran Pararaton, dari legenda hingga fakta yang tersembunyi di balik aksara Jawa.
Judul: Pararaton / Serat Pararaton
Aksara Jawa: ęĶĨęĶŦęĶŦęĶĄꦺꦴęĶĪ꧀
Arti: Para Ratu (Para Penguasa)
Perkiraan Abad: 15–16 M (antara 1481–1600 M)
Bahasa: Jawa Pertengahan (Kawi)
Jumlah Halaman: 32 halaman folio (±1126 baris)
Penulis: Tidak diketahui (anonim)
Judul Alternatif: "Serat Pararaton atawa Katuturanira Ken Angrok"
Asal Naskah: Ditemukan di Bali
Pararaton (aksara Jawa: ęĶĨęĶŦęĶŦęĶĄꦺꦴęĶĪ꧀, dari bahasa Jawa: Para Ratu, berarti "Para Penguasa") adalah kitab naskah Sastra Jawa Pertengahan yang digubah dalam bentuk kakawin, ditulis dalam aksara Bali. Naskah ini cukup singkat, berupa 32 halaman seukuran folio yang terdiri dari 1126 baris. Isinya adalah sejarah raja-raja Singhasari dan Majapahit. Kitab ini juga dikenal dengan nama "Pustaka Raja", yang dalam bahasa Sanskerta juga berarti "kitab raja-raja". Tidak terdapat catatan yang menunjukkan siapa penulis Pararaton, dan semua kitab ini ditemukan di Bali.
ð ISI DAN STRUKTUR
Pararaton diawali dengan cerita mengenai inkarnasi Ken Arok, tokoh pendiri kerajaan Singhasari (1222–1292). Selanjutnya, hampir setengah kitab membahas bagaimana Ken Arok meniti perjalanan hidupnya, sampai ia menjadi raja pada tahun 1222. Penggambaran pada naskah bagian ini cenderung bersifat mitologis, dengan campur tangan para dewa dan berbagai peristiwa supranatural.
Cerita kemudian dilanjutkan dengan bagian-bagian naratif pendek yang diatur dalam urutan kronologis. Banyak kejadian yang tercatat di sini diberikan penanggalan. Mendekati bagian akhir, penjelasan mengenai sejarah menjadi semakin pendek dan bercampur dengan informasi mengenai silsilah berbagai anggota keluarga kerajaan Majapahit.
Penekanan atas pentingnya kisah Ken Arok bukan saja dinyatakan melalui panjangnya cerita, melainkan juga melalui judul alternatif yang ditawarkan dalam naskah ini, yaitu: "Serat Pararaton atawa Katuturanira Ken Angrok", atau "Kitab Raja-Raja atau Cerita Mengenai Ken Arok".
ð MITOS KEN AROK DALAM PARARATON
Pararaton dimulai dengan pendahuluan singkat mengenai bagaimana Ken Arok mempersiapkan inkarnasi dirinya sehingga ia bisa menjadi seorang raja. Diceritakan bahwa Ken Arok menjadikan dirinya kurban persembahan (bahasa Sanskerta: yadnya) bagi Yamadipati, dewa penjaga pintu neraka, untuk mendapatkan keselamatan atas kematian. Sebagai balasannya, Ken Arok mendapat karunia dilahirkan kembali sebagai raja Singhasari, dan di saat kematiannya akan masuk ke dalam surga Wisnu.
Janji tersebut kemudian terlaksana. Ken Arok dilahirkan oleh Brahma melalui seorang wanita dusun yang baru menikah. Ibunya meletakkannya di atas sebuah kuburan ketika baru saja melahirkan; dan tubuh Ken Arok yang memancarkan sinar menarik perhatian Ki Lembong, seorang pencuri yang kebetulan lewat. Ki Lembong mengambilnya sebagai anak dan membesarkannya, serta mengajarkannya seluruh keahliannya. Ken Arok kemudian terlibat dalam perjudian, perampokan dan pemerkosaan. Dalam naskah disebutkan bahwa Ken Arok berulang-kali diselamatkan dari kesulitan melalui campur tangan dewata.
Pendahuluan Pararaton kemudian dilanjutkan dengan cerita mengenai pertemuan Ken Arok dengan Lohgawe, seorang Brahmana yang datang dari India untuk memastikan agar perintah Batara Guru dapat terlaksana. Lohgawe kemudian menyarankan agar Ken Arok menemui Tunggul Ametung, penguasa Tumapel. Setelah mengabdi beberapa saat, Ken Arok membunuh Tunggul Ametung untuk mendapatkan istrinya, yaitu Ken Dedes; sekaligus tahta atas kerajaan Singhasari.
ð ANALISIS NASKAH DAN KESEJARAHAN
Beberapa bagian Pararaton dapat dianggap merupakan fakta-fakta sejarah. Terutama pada bagian awal, antara fakta dan kata-kata kiasan serta khayalan dan kenyataan saling berbaur karena itu merupakan karya sejarah seni sastra era masa kuno.
Beberapa pakar, seperti C.C. Berg, berpendapat bahwa teks-teks tersebut secara keseluruhan supranatural dan ahistoris, serta dibuat bukan dengan tujuan untuk merekam masa lalu melainkan untuk menentukan kejadian-kejadian pada masa depan. Meskipun demikian, sebagian besar pakar dapat menerima pada tingkat tertentu kesejarahan dari Pararaton, dengan memperhatikan kesamaan-kesamaan yang terdapat pada inskripsi-inskripsi lain serta sumber-sumber China, serta menerima lingkup referensi naskah tersebut di mana suatu interpretasi yang valid dapat ditemukan.
Haruslah dicatat bahwa naskah tersebut ditulis dalam pemahaman kerajaan masyarakat Jawa. Bagi masyarakat Jawa, merupakan fungsi seorang raja untuk menghubungkan masa kini dengan masa lalu dan masa depan; dan menetapkan kehidupan manusia pada tempatnya yang tepat dalam tata-aturan kosmis. Raja melambangkan lingkup kekuasaan Jawa, pengejawantahan suci dari negara secara keseluruhan.
⚖️ PERBANDINGAN DENGAN BABAD LAIN
J.J. Ras membandingkan Pararaton secara berturut-turut dengan Prasasti Canggal (732), Prasasti Siwagrha (856), Calcutta Stone (1041) dan Babad Tanah Jawi (1836). Perbandingan tersebut menunjukkan kesamaan-kesamaan yang jelas dalam karakter, struktur dan fungsi dari teks-teks tersebut serta kesamaan dengan teks-teks historiografi Melayu. Ras menyarankan pengelompokan jenis teks-teks tertentu dari seluruh wilayah Indonesia menjadi suatu genre sastra tersendiri, yaitu 'kronik pemerintahan' atau 'kitab raja-raja', yang merupakan historiografi yang ditulis demi melegitimasi kekuasaan raja.
ðĶ NASKAH DAN VARIAN
Kitab Pararaton memiliki beberapa variasi. Beberapa di antaranya yang ditemukan di Bali telah disimpan di Perpustakaan Nasional RI. Mengingat tarikh terakhir yang disebut pada lembaran-lembaran naskah adalah 1522 Saka (atau 1600 Masehi), diperkirakan bahwa bagian terakhir dari teks naskah telah dituliskan antara tahun 1481 dan 1600, dengan kemungkinan besar telah disalin oleh para pujangga Bali beberapa kali sampai abad ke-19.
ð PENERBITAN DAN TERJEMAHAN
- 1897: J.L.A. Brandes, Pararaton (Ken Arok) of het boek der Koningen van TumapÄl en van Majapahit
- 1979: R.M. Mangkudimedja, Serat Pararaton (alih aksara dan terjemahan bahasa Indonesia oleh Hardjana HP) – Penerbit Departemen P dan K
- 1986: J.J. Ras, Hikayat Banjar and Pararaton. A structural comparison of two chronicles
- 2001: J.J. Ras, Sacral kingship in Java
ðŠķ TELUSUR LEBIH DALAM
Setelah menelusuri lembaran Pararaton, renungkanlah:
- ❓ Mengapa kisah Ken Arok yang penuh mitos menjadi bagian terbesar dalam kitab ini?
- ❓ Apa fungsi mitos dan legenda dalam penulisan sejarah kerajaan Jawa?
- ❓ Dari perbandingan dengan prasasti dan babad lain, apa yang bisa kita petik tentang legitimasi kekuasaan?
ðŪ KESIMPULAN
Pararaton adalah kitab yang unik dalam khazanah sastra sejarah Nusantara. Di satu sisi, ia menjadi sumber penting untuk mengetahui silsilah dan peristiwa besar Singhasari dan Majapahit. Di sisi lain, ia sarat dengan muatan mitologis yang mencerminkan cara pandang masyarakat Jawa terhadap kekuasaan raja yang sakral. Sebagai "kitab raja-raja", Pararaton tidak hanya mencatat sejarah, tetapi juga melegitimasi kekuasaan dan menghubungkan dunia manusia dengan alam dewata. Dari lembaran-lembarannya, kita dapat menyelami bagaimana sejarah, mitos, dan spiritualitas berkelindan menjadi satu kesatuan yang utuh.
ð JELAJAHI SASTRA & NASKAH LAINNYA
✦ Lanjutkan petualangan menelusuri khazanah sastra Nusantara ✦
ð Baca Juga:
- Kakawin Sutasoma: Mahakarya Sastra Jawa Kuno, Sumber Semboyan Bhinneka Tunggal Ika
- Kakawin Nagarakretagama: Kronik Keemasan Majapahit, Warisan Memori Dunia UNESCO
- Kakawin Arjunawijaya: Kisah Arjuna Sahasrabahu Melawan Rahwana
ð️ MAJAPOST — Majapahit Official Story. Mewarisi Api Pelopor Nusantara • Menelusuri Jejak Sastra, Sejarah, dan Peradaban.
ð Playlist Tutur Tinular
ð #Pararaton #KenArok #Singhasari #Majapahit #SastraJawa
© 2026 MAJAPOST — Majapahit Official Story. Pusaka Obor Suryatikta: Menerangi Jejak Sastra, Menjaga Marwah Bangsa.
"Dari masa silam, untuk masa depan yang terang."
⚠️ MAJAPOST — Majapahit Official Story. Gambar naskah dari Wikisource Jawa / Wikimedia Commons. Artikel disusun dari berbagai sumber sejarah dan sastra primer serta sekunder.
MAJAPOST
Tidak ada komentar:
Posting Komentar