Sabtu, 21 Februari 2026

Mpu Tantular: Sang Genius Spiritual Majapahit, Maestro Penakluk Nafsu

Oleh: Eyang Ananta Prabhavasta — Spiritualis, Pengkaji Sastra Majapahit

📅 21 Februari 2026 | ✍️ Sastra | 🕉️ Spiritualitas
Menyongsong Kebangkitan Nusantara
Mpu Tantular - Sang Genius Spiritual Majapahit

Ilustrasi: Mpu Tantular — Maestro spiritual di balik Kakawin Sutasoma dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika

"Kemenangan sejati bukan saat pedangmu menembus dada lawan, tapi saat doamu mampu membunuh raksasa di dalam dirimu sendiri."
🪶 TELUSUR MAJAPOST

Jika sejarah Majapahit adalah sebuah orkestra, maka Arya Wiraraja adalah konduktor logistiknya, Gajah Mada adalah panglima perangnya, namun Mpu Tantular adalah penjaga frekuensi suci imperium. Di tengah kejayaan yang sedang mabuk ekspansi wilayah dan tumpukan upeti, Tantular muncul sebagai otoritas spiritual yang mengingatkan bahwa kejayaan tanpa kendali batin adalah kehancuran yang tertunda.

🕉️ SIAPA MPU TANTULAR?

Mpu Tantular adalah seorang pujangga besar sastra Jawa Kuno yang hidup pada masa keemasan Majapahit di abad ke-14, di bawah pemerintahan Prabu Hayam Wuruk. Ia dikenal sebagai pengarang dua mahakarya abadi: Kakawin Sutasoma dan Kakawin Arjunawijaya. Namun, menyebutnya sekadar "pujangga" adalah reduksi besar. Ia adalah seorang Maharsi—seorang bijaksana agung yang memiliki kemampuan menembus batas-batas dogma dan melihat hakikat terdalam dari realitas.

Nama: Mpu Tantular

Masa: Abad ke-14 M (era Hayam Wuruk)

Karya Utama: Kakawin Sutasoma, Kakawin Arjunawijaya

Peran: Pujangga istana, Maharsi, Otoritas Spiritual

Warisan Abadi: Semboyan "Bhinneka Tunggal Ika"

✨ KEGENIUSAN SPIRITUAL: MELAMPAUI SEKAT DOGMA

Kegeniusan spiritual Mpu Tantular terletak pada keberaniannya merumuskan bahwa keberagaman adalah satu napas yang sama. Di masa ketika penganut Siwa dan Buddha kerap berseteru, Tantular tidak memilih salah satu sisi. Ia justru naik ke level kesadaran yang lebih tinggi, melihat bahwa keduanya adalah jalan berbeda menuju puncak yang sama.

RWĀNEKA DHĀTU WINUWUS...

"Konon Buddha dan Siwa merupakan dua zat yang berbeda. Mereka memang berbeda, tetapi bagaimanakah bisa dikenali? Sebab kebenaran Jina (Buddha) dan Siwa adalah tunggal. Berbeda-beda itu manunggal menjadi satu, tidak ada kebenaran yang mendua."

Melalui fragmen "Bhinneka Tunggal Ika" dalam Kakawin Sutasoma, Tantular menghentikan potensi perang saudara antara dua aliran besar agama dengan satu kebenaran absolut: Tan Hana Dharma Mangrwa (Tidak ada kebenaran yang mendua). Ini bukan sekadar toleransi pasif, tapi penyatuan spiritual tingkat tinggi yang hanya bisa dicapai oleh seorang genius sejati.

📖 KARYA MASTERPIECE: KAKAWIN SUTASOMA

Dalam karya agungnya, Kakawin Sutasoma, Mpu Tantular tidak hanya berkisah tentang petualangan spiritual seorang pangeran. Ia menyelipkan kritik tajam terhadap konsep keberlimpahan materi yang justru sedang ramai di era modern ini.

Tokoh Sutasoma digambarkan sebagai putra mahkota yang justru meninggalkan segala kemewahan istana—sebuah tamparan keras bagi mereka yang memuja "jalur langit" demi harta, yang sibuk dengan afirmasi kekayaan dan vibrasi uang. Sutasoma memilih jalan spiritual yang justru penuh dengan ujian dan pengorbanan.

  • Sutasoma vs Purusada: Pertarungan ini adalah simbol kemenangan spiritualitas atas nafsu liar manusia yang ingin memangsa sesamanya demi kepuasan pribadi. Purusada, raja raksasa yang ingin memakan 100 raja, adalah personifikasi dari kerakusan tanpa batas.
  • Anti-Materialisme: Tantular mengajarkan bahwa "keberlimpahan" yang sejati adalah kemerdekaan jiwa dari keinginan untuk memiliki secara berlebihan. Bukan soal berapa banyak yang kau kumpulkan, tapi seberapa sedikit yang kau butuhkan.

Kritik Terhadap "Keberlimpalsu": Kegeniusan spiritual Tantular tetap relevan hingga hari ini sebagai antitesis dari narasi keberlimpahan palsu yang menjamur di media sosial. Ia membuktikan bahwa otoritas spiritual sejati tidak sibuk memamerkan "vibrasi kekayaan" atau menjual kelas manifestasi, melainkan sibuk menjaga keseimbangan alam dan kedamaian hati. Ia adalah pengingat bahwa Majapahit besar bukan karena emasnya, melainkan karena filosofi hidupnya yang kokoh.

⚔️ ARJUNAWIJAYA: KISAH LAIN TENTANG PENGENDALIAN DIRI

Dalam Kakawin Arjunawijaya, Tantular mengisahkan perjalanan Arjuna Sahasrabahu melawan Rahwana. Namun di balik kisah heroik, terselip pesan spiritual yang sama: kekuasaan tanpa kendali spiritual akan menghancurkan pemiliknya. Rahwana, raja Alengka yang sakti mandraguna, akhirnya runtuh bukan karena kelemahan fisik, tapi karena kesombongan dan nafsu yang tak terkendali.

🔍 TELUSUR LEBIH DALAM

Setelah merenungkan genius spiritual Mpu Tantular, coba pikirkan:

  • ❓ Apa makna "kemenangan sejati" dalam hidupmu? Apakah itu soal harta, tahta, atau ketenangan batin?
  • ❓ Mampukah kita merasakan kesatuan di balik perbedaan, seperti yang diajarkan Tantular dalam Bhinneka Tunggal Ika?
  • ❓ Apakah spiritualitasmu saat ini membawamu pada kemerdekaan jiwa atau justru menjeratmu pada kerakusan baru?
"Genius spiritual sejati tidak mengajarkan cara mengumpulkan harta, tapi cara mengosongkan hati dari rasa cukup yang palsu."

🏮 KESIMPULAN

Mpu Tantular adalah bukti bahwa di balik kejayaan fisik Majapahit, ada fondasi spiritual yang kokoh yang dijaga oleh para pujangga agung. Ia tidak pernah mengangkat senjata, tidak pernah memimpin pasukan, tidak pernah mengumpulkan harta. Namun aksaranya mampu menyatukan dua aliran besar agama, mencegah perang saudara, dan mewariskan semboyan pemersatu bangsa yang abadi hingga ratusan tahun kemudian.

Jika Arya Wiraraja adalah genius strategi yang mengatur panggung politik, maka Mpu Tantular adalah genius spiritual yang menjaga frekuensi moral imperium. Ia mengingatkan bahwa kejayaan materi tanpa kejayaan batin hanya akan melahirkan monster bernama kerakusan. Dan di era "Keberlimpalsu" ini, ajarannya menjadi semakin relevan: kemenangan sejati adalah saat doamu mampu membunuh raksasa di dalam dirimu sendiri.

"Mpu Tantular — dari aksara, untuk keabadian."
📘 Facebook 🐦 Twitter 📱 WhatsApp

🔗 Baca Juga:

📚 Referensi: Kakawin Sutasoma, Kakawin Arjunawijaya, Nagarakretagama, kajian P.J. Zoetmulder, sumber-sumber sastra Jawa Kuno, tradisi lisan spiritual Nusantara.

🏛️ MAJAPOST — Majapahit Official Story. Mewarisi Api Pelopor Nusantara • Menelusuri Jejak Sastra, Spiritualitas, dan Peradaban.

📌 Playlist Tutur Tinular
🔍 #MpuTantular #GeniusSpiritual #BhinnekaTunggalIka #Sutasoma #EyangAnantaPrabhavasta

© 2026 MAJAPOST — Majapahit Official Story. Pusaka Obor Suryatikta: Menerangi Jejak Sastra, Menjaga Marwah Bangsa.

"Dari masa silam, untuk masa depan yang terang."

⚠️ MAJAPOST — Majapahit Official Story. Ilustrasi tokoh dibuat berdasarkan interpretasi artistik dari sumber-sumber sejarah.

Postingan Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Database Artikel

    paling banyak dibaca