Jathilan: Prajurit Berkuda nan Lincah, Jiwa Keprajuritan dalam Gemulai Tari
Oleh: Eyang Ananta Prabhavasta — Spiritualis, Budayawan Majapahit
Jathilan, atau di daerah lain disebut Jaran Kepang atau Kuda Lumping, merupakan salah satu unsur terpenting dalam kesenian Reog Ponorogo. Tarian ini menggambarkan pasukan prajurit berkuda yang tangkas, lincah, dan gagah perkasa. Dalam struktur pementasan Reog, Jathilan menjadi tarian pembuka yang menggambarkan latihan perang para prajurit.
🐴 APA ITU JATHILAN?
Jathilan adalah tarian yang menggunakan kuda kepang (kuda anyaman dari bambu). Para penari melakukan gerakan-gerakan yang menggambarkan prajurit menunggang kuda, latihan perang, dan terkadang hingga mengalami kesurupan (trance). Dalam kondisi ini, para penari kadang melakukan atraksi ekstrem seperti memakan beling atau saling pecut tanpa merasa sakit.
Dalam kesenian Reog Ponorogo, Jathilan memiliki posisi yang penting. Jika Warok menjadi pawang dan penjaga spiritual, Bujang Ganong sebagai patih yang cerdik, dan Singo Barong/Dhadak Merak sebagai tokoh utama, maka Jathilan adalah prajurit berkuda yang menjadi tulang punggung pertunjukan.
🎭 JATHIL LANANG DAN JATHIL WANITA
Salah satu hal unik dalam sejarah Jathilan adalah perubahan penarinya:
🎭 Jathil Lanang (dulu) — Ditarikan oleh laki-laki, biasanya dari para gemblak (anak laki-laki yang digemblak oleh warok). Ini merupakan bentuk parenting budaya dalam tradisi Ponorogo.
👩 Jathil Wanita (sekarang) — Sejak tahun 1987, Jathil mulai ditarikan oleh perempuan. Perubahan ini membuat gerakan Jathil lebih gemulai namun tetap menggambarkan ketangkasan prajurit.
Salah satu maestro Jathil Lanang yang masih ada hingga kini adalah Wenas Sudirman Paju, yang tetap melestarikan gaya asli Jathil lanang di tengah dominasi Jathil wanita.
🔗 HUBUNGAN JATHILAN DENGAN REOG PONOROGO
Jathilan adalah pasangan setia Reog Ponorogo. Dalam struktur pementasan lengkap, urutannya:
| Unsur | Peran |
|---|---|
| Warok | Penjaga spiritual, pawang |
| Jathil | Prajurit berkuda (tarian pembuka) |
| Bujang Ganong | Patih cerdik jenaka |
| Klono Sewandono | Raja |
| Singo Barong/Dhadak Merak | Tokoh utama, puncak pertunjukan |
Tanpa Jathilan, Reog terasa kurang greget. Jathilan-lah yang membuat suasana menjadi ramai dan meriah sebelum masuk ke adegan-adegan sakral.
🌪️ KESURUPAN (TRANCE) DALAM JATHILAN
Salah satu hal paling spektakuler dalam pertunjukan Jathilan adalah fenomena kesurupan. Para penari yang sudah ndadi (kemasukan roh) dapat melakukan atraksi yang mengagumkan:
- Memakan beling — pecahan kaca dimakan tanpa rasa sakit
- Saling pecut — saling mencambuk hingga babak belur
- Kebal — tubuh kebal terhadap benda tajam
- Berendam ombak — berjalan di gentong berisi air
Warok yang menjadi pawang akan mengembalikan para penari ke kesadaran normal dengan mantra dan japa mantra. Ini menunjukkan bahwa Jathilan bukan sekadar tarian biasa, melainkan juga ritual spiritual yang menghubungkan manusia dengan alam gaib.
🏮 JENIS-JENIS JATHILAN
Menurut pakem dan gaya penyajiannya, Jathilan terbagi menjadi beberapa jenis:
- Jathilan Lanang — asli, ditarikan laki-laki, gerakannya lebih kasar dan perkasa
- Jathilan Obyok — tanpa latihan khusus, penari bisa ikut spontan, interaksi dengan penonton sangat dekat
- Jathilan Pakem — versi festival, sesuai pakem, gerakan terstruktur rapi
- Jathilan Syariah — modifikasi busana tertutup untuk mengakomodasi nilai-nilai Islam
✨ SIMBOLISME KUDA KEPANG
Kuda kepang (jaran anyaman) yang digunakan dalam Jathilan bukan sekadar properti biasa. Dalam kosmologi Jawa, kuda adalah kendaraan jiwa untuk bepergian ke alam spiritual. Menunggang kuda kepang berarti:
- Kendali hawa nafsu — kuda melambangkan hawa nafsu yang harus dikendalikan
- Kekuatan spiritual — menunggang kuda berarti menguasai kekuatan gaib
- Perjalanan batin — mengembara di alam kesadaran yang lebih tinggi
🪶 TELUSUR LEBIH DALAM
Setelah mempelajari tentang Jathilan, renungkan pertanyaan berikut:
- ❓ Mengapa Jathil lanang diganti Jathil wanita? Apakah hilang roh aslinya?
- ❓ Apa makna spiritual dari kesurupan dalam tarian Jathilan?
- ❓ Bagaimana cara melestarikan Jathilan di tengah gempuran budaya modern?
🏮 KESIMPULAN
Jathilan adalah warisan budaya adiluhung yang mengandung ajaran keprajuritan, spiritualitas, dan estetika. Dari kuda kepang yang sederhana, lahir tarian yang mengagumkan. Dari gerakan yang lincah, lahir filosofi mendalam tentang kendali hawa nafsu dan ketaatan kepada pemimpin.
Maka, mari kita uri-uri Jathilan. Bukan sekadar sebagai tontonan, melainkan sebagai tuntunan—pengingat bahwa bangsa besar lahir dari prajurit yang tanggap, sigap, dan setia pada dharma.
🔗 Baca Juga:
- Reog Ponorogo: Oposisi Konstruktif dari Era Majapahit
- Wayang Kulit: Warisan Agung Nusantara, Filosofi Hidup dalam Bayang-Bayang
- Seni Bantengan: Warisan Leluhur, Ekspresi Spiritual Masyarakat Jawa Timur
🏛️ MAJAPOST — Majapahit Official Story. Mewarisi Api Pelopor Nusantara • Menelusuri Jejak Spiritual, Sejarah, Seni, dan Peradaban.
📌 Playlist Tutur Tinular
🔍 #Jathilan #JaranKepang #ReogPonorogo #SeniBudaya #EyangAnantaPrabhavasta
© 2026 MAJAPOST — Majapahit Official Story. Pusaka Obor Suryatikta: Menerangi Jejak Seni, Menjaga Marwah Bangsa.
"Dari masa silam, untuk masa depan yang terang."
⚠️ MAJAPOST — Majapahit Official Story. Video dokumentasi pertunjukan. Artikel disusun dari berbagai sumber sejarah, wawancara, dan tradisi lisan.
MAJAPOST
Tidak ada komentar:
Posting Komentar