Rabu, 11 Februari 2026

Bahaya Fatal! Mengonsumsi Ikan Mabuk di Sungai Cisadane Bisa Picu Kanker Usus, Ini Penjelasan Ahli

Fenomena ribuan ikan mabuk di Sungai Cisadane akibat pencemaran zat kimia yang berisiko menyebabkan kanker usus bagi warga yang mengonsumsinya.

TANGERANG — Fenomena "panen raya" ikan mabuk di Sungai Cisadane yang terjadi pada Senin (9/2/2026) berubah menjadi peringatan medis yang serius. Ribuan warga yang antusias menangkap ikan yang mengambang akibat pencemaran limbah kimia kini diperingatkan akan adanya ancaman penyakit mematikan yang mengintai tubuh mereka.

Ikan-ikan jenis tawes, mujair, hingga patin yang ditangkap warga diduga telah terpapar residu pestisida dari kebakaran gudang logistik di Tangerang Selatan. Racun ini tidak hilang hanya dengan dicuci atau digoreng kering.

Ancaman Kanker Usus dan Kerusakan Organ

Dinas Kesehatan telah mengeluarkan peringatan keras mengenai risiko jangka panjang dari konsumsi ikan yang terpapar bahan kimia insektisida. Zat beracun yang masuk ke dalam sistem pencernaan dapat mengendap dan merusak sel-sel pelapis usus.

“Paparan zat kimia ini sangat berbahaya. Risiko jangka panjangnya adalah kanker, terutama kanker usus jika zat tersebut mengendap di lambung dan sistem pencernaan,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi.

Selain ancaman kanker, dalam jangka pendek, warga yang mengonsumsi ikan tersebut berisiko mengalami gejala keracunan akut seperti:

  • Mual dan Muntah: Reaksi penolakan lambung terhadap racun insektisida.
  • Pusing Hebat: Akibat gangguan sistem saraf oleh zat kimia berbahaya.
  • Diare Akut: Peradangan mendadak pada saluran pencernaan.

Segera Lakukan Skrining Kesehatan

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, meminta warga yang sudah terlanjur mengonsumsi ikan dari Sungai Cisadane maupun Kali Jaletreng untuk segera melaporkan kondisi kesehatan mereka ke Puskesmas terdekat untuk menjalani skrining medis.

Proses detoksifikasi medis mungkin diperlukan bagi mereka yang menunjukkan gejala keracunan guna mencegah kerusakan organ permanen. Masyarakat diminta tetap waspada dan tidak mengambil risiko hanya demi konsumsi ikan gratis yang bisa berakibat fatal bagi nyawa.

Editor: Tim Kesehatan Majapost

Postingan Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Database Artikel

    paling banyak dibaca