Kontak Tembak di Area Freeport KM 50, Satu Prajurit TNI Gugur Diserang OPM

Aparat keamanan melakukan penjagaan pasca kontak tembak dengan OPM di KM 50 area PT Freeport Indonesia

TIMIKA - Eskalasi keamanan di wilayah Papua Tengah kembali memanas. Rombongan kendaraan milik PT Freeport Indonesia dilaporkan menjadi sasaran serangan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di KM 50, Timika, pada Rabu (11/2/2026).

Insiden berdarah ini terjadi saat personel dari Koramil 1710-04/Tembagapura tengah menjalankan tugas pengamanan di wilayah tersebut. Kontak tembak yang tidak terhindarkan mengakibatkan korban jiwa dari pihak TNI.

Satu Prajurit Gugur, Korban Lain Dievakuasi

Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto, mengonfirmasi kabar duka tersebut. Berdasarkan laporan yang diterima, seorang prajurit TNI atas nama Serka AC dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembak.

Selain korban jiwa, serangan ini juga menyebabkan beberapa orang lainnya terluka, di antaranya:

  • Sertu H: Mengalami pendarahan pada bagian hidung.
  • HR (Karyawan PT Freeport): Mengalami luka tembak dan kini dalam perawatan intensif.

"Seluruh korban sudah berhasil dievakuasi ke fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan penanganan yang optimal," jelas Letkol Inf Tri Purwanto dalam keterangan tertulisnya.

Pengejaran Pelaku dan Penjagaan Objek Vital

Menyikapi serangan ini, aparat gabungan TNI-Polri langsung bergerak cepat untuk melakukan penyisiran dan memburu para pelaku penembakan. Pihak TNI menegaskan tidak akan menoleransi tindakan anarkis yang mengganggu stabilitas keamanan di wilayah Papua.

Pemerintah juga memberikan atensi khusus pada pengamanan objek vital nasional seperti area operasional Freeport. Peningkatan kewaspadaan dilakukan di titik-titik rawan guna mencegah serangan susulan yang dapat menghambat aktivitas ekonomi dan keamanan masyarakat sekitar.

"Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan keamanan tetap terjaga, khususnya di kawasan objek vital nasional," pungkas Tri.

Hingga saat ini, situasi di KM 50 dilaporkan masih dalam pengawasan ketat oleh aparat bersenjata lengkap.

Editor: Tim Redaksi Majapost

Postingan Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Database Artikel

    paling banyak dibaca