Jalan Rusak dan PJU Raib di Jatiwates Tembelang, Warga: Sudah 2 Korban Meninggal, ADD ke Mana?
MAJAPOST.COM – Warga Dusun Jatisari, Desa Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Jombang, menyampaikan laporan ke media terkait kondisi infrastruktur desa yang dinilai memprihatinkan, Sabtu (27/9/2026). Dua persoalan utama disorot: jalan rusak parah dan hilangnya penerangan jalan umum (PJU).
Terakhir Diaspal 2019, Kini Berlubang dan Memakan Korban
Warga menyoroti kondisi Jalan Kenanga yang berlubang dan rusak parah. Jalan ini terakhir diaspal pada 2019—dan sejak itu tidak pernah ada perbaikan menyeluruh. Kini, lubang-lubang besar muncul di banyak titik, membahayakan pengendara.
Yang paling mengkhawatirkan: pengendara sering jatuh, baik siang maupun malam. Warga menyebut sudah ada 2 korban meninggal dunia pada Februari 2026.
Selama ini, para pemuda berinisiatif menambal lubang secara swadaya. Namun, material yang digunakan bukan aspal, melainkan seadanya—sehingga hasilnya tidak maksimal dan tidak bertahan lama.
PJU Raib, Jalan Gelap Gulita
Selain jalan rusak, warga mengeluhkan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang hilang. Warga menyebut dahulu ada PJU, namun lampu-lampunya raib entah ke mana.
Kini, penerangan hanya mengandalkan lampu di rumah-rumah warga yang dipasang secara swadaya keluarga. Itu pun tidak maksimal—hanya menyinari sekitar rumah masing-masing. Jalan yang membentang di tengah persawahan gelap gulita, tanpa penerangan sama sekali.
Masalah PJU di kawasan Tembelang memang bukan hal baru. Pada 2022, sebuah program pengabdian dari Universitas KH. A. Wahab Hasbullah mencatat bahwa Desa Jatiwates memiliki masalah serius dalam perawatan dan pengoperasian PJU. Pada 2025, Kepala Desa Bedahlawak—desa tetangga—mengeluhkan PJU di sepanjang jalan Bedahlawak-Jatiwates yang mati berbulan-bulan.
📌 Keluhan Warga
"Kami warga sudah lama menunggu tindakan dari pemdes. Jalan rusak, PJU hilang, pengendara sering jatuh—siang apalagi malam. Pemuda sudah berinisiatif tambal lubang, tapi hanya pakai material seadanya, bukan aspal. Hasilnya tidak maksimal."
— Warga Dusun Jatisari
Lapor Kades Tak Ditanggapi, Warga Sorot ADD
Warga menyatakan sudah menyampaikan keluhan ini ke Kepala Desa Jatiwates, A. Yudin Karimin, namun belum ada tanggapan yang memadai.
Pertanyaan warga kemudian mengarah pada penggunaan anggaran: "ADD dan Dana Desa itu ke mana? Kok tidak ada maintenance jalan desa? Kami tidak ingin ada korban lagi."
Jejak Anggaran di Desa Jatiwates
Desa Jatiwates sendiri bukan tanpa catatan terkait pengelolaan anggaran. Sebuah penelitian akademik tahun 2021 tentang Pengelolaan Dana Desa dalam pembangunan TPT di Desa Jatiwates menyimpulkan bahwa pengelolaan ADD di desa ini "sudah mulai efektif". Pada 2024, Dana Desa untuk Jatiwates tercatat sebesar Rp862.067.000.
Namun, pada 2023, pengerjaan aspal jalan poros Bedahlawak-Jatiwates dengan anggaran Rp600 juta diduga dikerjakan secara asal-asalan dan tidak sesuai spesifikasi. Warga pun akhirnya memperbaiki sendiri jalan kabupaten yang ambles di Desa Jatiwates pada 2023 karena tak kunjung ditangani.
Bukan Pertama Kali
Jalan rusak dan PJU mati di Desa Jatiwates bukan cerita baru. Sejak 2022, pengguna jalan mengeluhkan ruas Tembelang-Kesamben yang berlubang. Pada 2023, bahu jalan ambles hingga membentuk kubangan dalam. Kini, pada 2026, warga kembali menyuarakan hal yang sama—dengan tambahan korban jiwa dan tuduhan soal anggaran.
MAJAPOST.COM masih berupaya mengkonfirmasi Kepala Desa Jatiwates, A. Yudin Karimin, dan pihak terkait untuk mendapatkan tanggapan resmi. (*)
Pesan Redaksi: MAJAPOST.COM mendorong pemerintah desa dan dinas terkait untuk segera menindaklanjuti keluhan warga. Keselamatan pengguna jalan adalah prioritas, dan transparansi penggunaan anggaran desa adalah hak masyarakat.
MAJAPOST
Tidak ada komentar:
Posting Komentar