Bareng dan Wonosalam di Jombang Rawan Kekeringan, 4 Kecamatan Rawan Karhutla
MAJAPOST.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang memetakan lima kecamatan yang berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau 2026. Dari jumlah tersebut, empat kecamatan juga masuk dalam kategori rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Supervisor Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Jombang, Stevie Maria, mengungkapkan bahwa data ini merupakan hasil pemetaan yang akan menjadi dasar penyusunan langkah mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
"Untuk potensi kekeringan berada di Kecamatan Bareng dan Wonosalam. Sedangkan di wilayah utara Brantas meliputi Kecamatan Plandaan, Kabuh, dan Ngusikan. Untuk kebakaran hutan dan lahan berada di Kecamatan Wonosalam, Plandaan, Kabuh, dan Ngusikan," ujarnya, Senin (6/7/2026).
Menyikapi hal tersebut, BPBD Kabupaten Jombang saat ini mengusulkan penerbitan Surat Keputusan (SK) Bupati Jombang tentang penetapan status siaga darurat kekeringan dan kebakaran. Setelah status tersebut ditetapkan, BPBD akan menerbitkan surat edaran kepada masyarakat, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga berbagai pemangku kepentingan sebagai langkah meningkatkan kewaspadaan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jombang, Wiku Birawa Filipe Diaz Quintas, menegaskan bahwa seluruh personel, sarana, dan peralatan penanggulangan bencana telah disiagakan untuk menghadapi potensi kekeringan maupun kebakaran selama musim kemarau.
"Kami siapkan semuanya untuk melakukan penanganan, baik untuk kekeringan maupun kebakaran hutan, lahan, dan lainnya," ujarnya.
Meski demikian, Wiku menyebut tren kejadian kekeringan di Jombang terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, pembangunan jaringan air bersih oleh pemerintah daerah berhasil menekan dampak kekeringan. Bahkan sejak 2023 tidak lagi tercatat bencana kekeringan di wilayah tersebut.
BPBD mengimbau masyarakat, terutama yang berada di kecamatan rawan, agar tidak membakar sampah maupun membuka lahan menggunakan api karena dapat memicu kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
"Warga juga diminta memeriksa instalasi listrik secara berkala untuk mengurangi risiko kebakaran akibat korsleting," pungkas Wiku.
Masyarakat diharapkan segera melaporkan kejadian darurat melalui layanan 112 atau kanal resmi BPBD apabila menemukan indikasi kebakaran maupun mengalami kesulitan memperoleh pasokan air bersih selama musim kemarau.
Pesan Redaksi: Kewaspadaan dini dan kesiapsiagaan masyarakat sangat penting dalam menghadapi musim kemarau. Manfaatkan layanan darurat 112 untuk melaporkan kejadian kebakaran atau kesulitan air bersih.
Baca Juga
- • Makna Spiritual 8 Daya Kuncung Semar Versi Prabhāvaṣṭa
- • Brawijaya V: Genius Cultivator yang Mencapai Ranah Immortal
- • Ronggo Lawe: Sang Genius Kanuragan yang Mempermalukan 3 Jenderal Mongol
- • Mpu Nala: Sang Genius Teknologi Maritim Majapahit
- • Mpu Prapanca: Sang Genius Tata Negara dan Arsitek Dokumen Imperium
- • Ratanca: Sang Genius Dokter Majapahit dan Tragedi Pisau Bedah Usadha
MAJAPOST
Tidak ada komentar:
Posting Komentar