Selasa, 17 Februari 2026

Unik! Penampakan Batu Raksasa Berusia 10.000 Tahun di Tengah Supermarket


MAJAPOST.COM – Belanja ke supermarket biasanya hanya tentang mencari bahan makanan dan kebutuhan rumah tangga. Namun, di Haabneeme, Estonia, sebuah supermarket bernama Viimsi Shopping Centre menawarkan pengalaman yang benar-benar berbeda. Di sana, sebuah batu raksasa berusia ribuan tahun tegak berdiri di antara deretan rak makanan kaleng.

Batu ini bukan sekadar dekorasi buatan atau elemen interior minimalis. Berdasarkan data geologis, batu tersebut diperkirakan sudah berada di lokasi itu sejak berakhirnya zaman es terakhir, tepatnya lebih dari 10.000 tahun yang lalu. Penampakannya yang masif di tengah lorong belanja modern menjadi daya tarik luar biasa bagi siapa saja yang berkunjung.

Ditemukan Saat Penggalian Pondasi

Keberadaan batu bersejarah ini pertama kali terungkap pada September 2014, ketika para pekerja bangunan sedang menggali pondasi untuk pusat perbelanjaan tersebut. Awalnya, rencana awal konstruksi adalah menghancurkan batu tersebut agar lahan menjadi rata dan luas bangunan bisa dimaksimalkan.

Namun, rencana penghancuran tersebut mendapat penolakan keras dari warga sekitar Haabneeme. Mereka menganggap batu purba ini adalah bagian dari warisan alam yang terlalu berharga untuk dimusnahkan. Setelah melalui perdebatan panjang dan melihat besarnya dukungan warga, pihak pengembang akhirnya memutuskan untuk mengubah rencana desain bangunan.

Apa Itu Erratic Boulder?

Para ahli geologi mengklasifikasikan batu ini sebagai erratic boulder. Ini adalah jenis batu besar yang terbawa oleh gletser dari lokasi asalnya yang jauh dan tertinggal di tempat tersebut saat gletser mencair ribuan tahun silam.

Karena ukurannya yang mencapai keliling sekitar 22 meter dan tinggi hingga 6 meter, memindahkan batu ini bukanlah perkara mudah. Dengan biaya yang sudah telanjur besar untuk proyek pembangunan, membiarkan gedung "mengelilingi" batu adalah opsi paling masuk akal yang diambil oleh pengembang proyek saat itu.

Baca juga: Viral Tembok Ratapan Solo Satire: Simbol Kritik atau Estetika?

Dari Pengganggu Menjadi Ikon Seni

Menariknya, saat Viimsi Shopping Centre pertama kali dibuka satu dekade lalu, kehadiran batu ini sempat menuai kritik. Banyak pengunjung yang menganggap batu tersebut merusak estetika supermarket dan mempersempit ruang gerak pelanggan saat mendorong troli belanja.

Namun, seiring berjalannya waktu, opini publik berubah total. Pengelola supermarket mulai memanfaatkan kehadiran batu tersebut sebagai ruang seni dengan menampilkan karya visual di sekelilingnya. Kini, batu purba tersebut justru menjadi identitas unik yang membedakan supermarket ini dengan supermarket manapun di dunia.

Baca juga: Pelesir Manis ke Museum of Ice Cream: Tren Wisata Unik 2026

Pengunjung yang datang kini seringkali berhenti sejenak di antara rak makanan bukan untuk memilih produk, melainkan untuk mengagumi keajaiban geologis tersebut. Keberadaan batu ini membuktikan bahwa pembangunan modern bisa hidup berdampingan dengan pelestarian warisan alam.

Pelajaran dari Haabneeme

Kisah batu di supermarket Estonia ini memberikan pelajaran penting bagi pengembang properti di seluruh dunia. Seringkali, kendala alam di lokasi proyek tidak harus dianggap sebagai beban. Dengan sedikit kreativitas dan kesediaan mendengarkan aspirasi warga, hambatan tersebut justru bisa berubah menjadi aset ikonik yang tak ternilai harganya.

Baca juga: Trend Busana Ramadhan Cewek 2026: Simpel dan Elegan

Kesimpulan

Viimsi Shopping Centre di Estonia berhasil membuktikan bahwa sebuah supermarket bisa menjadi lebih dari sekadar tempat transaksi ekonomi, melainkan juga tempat pelestarian sejarah bumi. Batu raksasa berusia 10.000 tahun itu kini tetap kokoh berdiri, dijaga oleh dinding-dinding supermarket dan dicintai oleh para pembelanja setianya.

Bagaimana menurut Anda, apakah pusat perbelanjaan di Indonesia perlu mulai mengadopsi konsep desain yang ramah terhadap warisan alam asli seperti ini?

Penulis: Tim Redaksi Majapost
Sumber rujukan: detikFood / OddityCentral
Kategori: Kabar Kuliner / Unik / Internasional

Postingan Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Smart Recommendations
Smart Recommendations

Database Artikel

    paling banyak dibaca