Shatdashasuda: Numerologi Sakral Majapahit, Rahasia Takdir dalam Aksara Jawa
Oleh: Eyang Ananta Prabhavasta — Spiritualis, Ahli Numerologi Majapahit
Ilustrasi: Numerologi Shatdashasuda — Rahasia takdir dalam aksara Jawa
Shatdashasuda bukanlah sekadar hitungan angka biasa. Ia adalah warisan pengetahuan metafisika (ilmu titen) yang telah digunakan sejak zaman kejayaan Majapahit untuk menentukan keselarasan antara nama seseorang dengan getaran alam semesta. Di balik aksara Jawa yang indah, tersembunyi kode-kode numerik yang mengungkap takdir, peruntungan, dan perlindungan ilahi.
📜 ETIMOLOGI DAN MAKNA
Secara bahasa, istilah Shatdashasuda berasal dari bahasa Sanskerta:
- Shat (षट्): Enam
- Dasha (दश): Sepuluh
- Suda / Shudda (शुद्ध): Suci, Murni, Terpurnakan
Maka, Shatdashasuda berarti "Enam Belas Kesucian". Angka 16 dianggap sebagai angka kepurnaan (sempurna) dalam kosmologi Jawa, merujuk pada 16 fase bulan dan 16 unsur penyusun jiwa manusia. Angka ini menjadi kunci utama dalam perhitungan numerologi sakral ini.
👑 SILSILAH PEMEGANG IJAZAH
Pengetahuan suci ini diturunkan secara turun-temurun melalui tradisi lisan dan tulisan yang sangat ketat, dikenal dengan istilah Pingitan (pemagangan spiritual). Hanya mereka yang terpilih dan telah melalui proses penyucian diri yang berhak menerima warisan ini.
✨ GARIS SILSILAH SPIRITUAL ✨
... ⥢ Para Resi Majapahit ⥢ ...
⬇️
Ki Chokro Wonodyakso
⬇️
Eyang Ananta Prabhavasta
Ijazah terakhir dari keilmuan ini diterima oleh Eyang Ananta Prabhavasta langsung dari Ki Chokro Wonodyakso, seorang sesepuh spiritual yang menjaga warisan ini di lereng Gunung Kuncung. Dalam amanahnya, beliau berpesan:
🔢 SISTEM PENGHITUNGAN
Dalam metode Shatdashasuda, setiap nama dipecah berdasarkan suku kata Aksara Jawa (Hanacaraka). Setiap aksara memiliki nilai numerik yang jika dijumlahkan kemudian dibagi dengan angka sakral 16. Sisa pembagian inilah yang menentukan kualitas vibrasi nama seseorang.
| Golongan | Aksara Jawa | Nilai Numerik |
|---|---|---|
| 1 | Ha, Na, Ca, Ra, Ka | 1, 2, 3, 4, 5 |
| 2 | Da, Ta, Sa, Wa, La | 6, 7, 8, 9, 10 |
| 3 | Pa, Dha, Ja, Ya, Nya | 11, 12, 13, 14, 15 |
| 4 | Ma, Ga, Ba, Tha, Nga | 16, 1, 2, 3, 4 |
Perhatikan bahwa siklus ini bersifat melingkar. Setelah angka 16, nilai kembali ke 1. Ini mencerminkan pemahaman Jawa tentang siklus kehidupan yang terus berputar.
✨ INDIKATOR TAKDIR MAHARAJA
Hasil akhir dari penjumlahan semua nilai aksara dalam sebuah nama kemudian dibagi 16. Sisa dari pembagian inilah yang menentukan kualitas "vibrasi" nama tersebut.
Nama terbaik — yang masuk dalam kategori Maharaja (Takdir Mulia & Perlindungan Ilahi) — adalah yang menghasilkan sisa:
0, 1, atau 15
Sisa Pembagian ÷ 16
Jika sebuah nama menghasilkan sisa di luar angka tersebut, para leluhur biasanya menyarankan untuk memodifikasi atau menambah suku kata tertentu hingga mencapai angka keselamatan itu. Bukan mengubah jati diri, melainkan menyelaraskan getaran agar selaras dengan vibrasi alam semesta.
🔮 MAKNA DI BALIK SISA ANGKA
Dalam tradisi lisan yang dijaga oleh Eyang Ananta Prabhavasta, setiap sisa angka memiliki makna spiritual:
- Sisa 0: Kasampurnan — kesempurnaan, manunggaling kawula Gusti
- Sisa 1: Manunggaling — bersatunya jiwa dengan kodrat ilahi
- Sisa 15: Keprabon — keluhuran, kewibawaan, dan perlindungan dewata
- Sisa lain: Masih dalam proses penyelarasan, perlu laku spiritual tertentu
🪶 TELUSUR LEBIH DALAM
Setelah memahami dasar Shatdashasuda, renungkanlah:
- ❓ Mengapa angka 16 menjadi sangat sakral dalam kosmologi Jawa?
- ❓ Bagaimana hubungan antara aksara, angka, dan takdir seseorang?
- ❓ Apa makna "menyelaraskan nama" dalam perjalanan spiritual?
🏮 KESIMPULAN
Shatdashasuda adalah warisan agung Majapahit yang mengajarkan bahwa nama bukan sekadar panggilan. Ia adalah kode energi, doa, dan takdir yang terus bergetar sepanjang kehidupan. Dengan memahami dan menyelaraskan nama, kita membuka pintu menuju kehidupan yang lebih selaras dengan kodrat ilahi.
Para leluhur telah mewariskan ilmu ini bukan untuk membelenggu, melainkan untuk membebaskan manusia dari kebingungan jati diri. Ketika nama selaras dengan getaran semesta, hidup mengalir bagaikan sungai menuju samudra.
🔗 Baca Juga:
- Bahaya Afirmasi Terhadap Pengingkaran Jatidiri
- Aji Pancasona: Ketika Jasad Menolak Lepas
- Membongkar Makna "Agama Budi" Eyang Semar
🏛️ MAJAPOST — Majapahit Official Story. Mewarisi Api Pelopor Nusantara • Menelusuri Jejak Spiritual, Sejarah, dan Peradaban.
📌 Playlist Tutur Tinular
🔍 #Shatdashasuda #NumerologiMajapahit #AksaraJawa #EyangAnantaPrabhavasta #IlmuTiten
© 2026 MAJAPOST — Majapahit Official Story. Pusaka Obor Suryatikta: Menerangi Jejak Spiritual, Menjaga Marwah Bangsa.
"Dari masa silam, untuk masa depan yang terang."
⚠️ MAJAPOST — Majapahit Official Story. Artikel disusun berdasarkan wawancara spiritual dan tradisi lisan yang dijaga turun-temurun.
MAJAPOST
Tidak ada komentar:
Posting Komentar