Sabtu, 21 Februari 2026

Shatdashasuda: Numerologi Sakral Majapahit, Rahasia Takdir dalam Aksara Jawa

Oleh: Eyang Ananta Prabhavasta — Spiritualis, Ahli Numerologi Majapahit

📜 Dokumentasi Pustaka Suryatikta • 🔮 Numerologi • 📅 2026 Saka
Menyongsong Kebangkitan Nusantara
Ilustrasi Numerologi Shatdashasuda

Ilustrasi: Numerologi Shatdashasuda — Rahasia takdir dalam aksara Jawa

🖼️ Koleksi Dokumentasi Spiritual
🪶 TELUSUR MAJAPOST

Shatdashasuda bukanlah sekadar hitungan angka biasa. Ia adalah warisan pengetahuan metafisika (ilmu titen) yang telah digunakan sejak zaman kejayaan Majapahit untuk menentukan keselarasan antara nama seseorang dengan getaran alam semesta. Di balik aksara Jawa yang indah, tersembunyi kode-kode numerik yang mengungkap takdir, peruntungan, dan perlindungan ilahi.

"Jeneng iku dadi kuncine takdir — selarasno asmamu supaya padhang dalan uripmu."

📜 ETIMOLOGI DAN MAKNA

Secara bahasa, istilah Shatdashasuda berasal dari bahasa Sanskerta:

  • Shat (षट्): Enam
  • Dasha (दश): Sepuluh
  • Suda / Shudda (शुद्ध): Suci, Murni, Terpurnakan

Maka, Shatdashasuda berarti "Enam Belas Kesucian". Angka 16 dianggap sebagai angka kepurnaan (sempurna) dalam kosmologi Jawa, merujuk pada 16 fase bulan dan 16 unsur penyusun jiwa manusia. Angka ini menjadi kunci utama dalam perhitungan numerologi sakral ini.

👑 SILSILAH PEMEGANG IJAZAH

Pengetahuan suci ini diturunkan secara turun-temurun melalui tradisi lisan dan tulisan yang sangat ketat, dikenal dengan istilah Pingitan (pemagangan spiritual). Hanya mereka yang terpilih dan telah melalui proses penyucian diri yang berhak menerima warisan ini.

GARIS SILSILAH SPIRITUAL

... ⥢ Para Resi Majapahit ⥢ ...

⬇️

Ki Chokro Wonodyakso

⬇️

Eyang Ananta Prabhavasta

Ijazah terakhir dari keilmuan ini diterima oleh Eyang Ananta Prabhavasta langsung dari Ki Chokro Wonodyakso, seorang sesepuh spiritual yang menjaga warisan ini di lereng Gunung Kuncung. Dalam amanahnya, beliau berpesan:

"Keilmuan ini merupakan amanah untuk menyelaraskan hidup manusia agar mencapai derajat 'Maharaja' — hidup yang mulia dan penuh perlindungan ilahi."

🔢 SISTEM PENGHITUNGAN

Dalam metode Shatdashasuda, setiap nama dipecah berdasarkan suku kata Aksara Jawa (Hanacaraka). Setiap aksara memiliki nilai numerik yang jika dijumlahkan kemudian dibagi dengan angka sakral 16. Sisa pembagian inilah yang menentukan kualitas vibrasi nama seseorang.

Golongan Aksara Jawa Nilai Numerik
1 Ha, Na, Ca, Ra, Ka 1, 2, 3, 4, 5
2 Da, Ta, Sa, Wa, La 6, 7, 8, 9, 10
3 Pa, Dha, Ja, Ya, Nya 11, 12, 13, 14, 15
4 Ma, Ga, Ba, Tha, Nga 16, 1, 2, 3, 4

Perhatikan bahwa siklus ini bersifat melingkar. Setelah angka 16, nilai kembali ke 1. Ini mencerminkan pemahaman Jawa tentang siklus kehidupan yang terus berputar.

✨ INDIKATOR TAKDIR MAHARAJA

Hasil akhir dari penjumlahan semua nilai aksara dalam sebuah nama kemudian dibagi 16. Sisa dari pembagian inilah yang menentukan kualitas "vibrasi" nama tersebut.

Nama terbaik — yang masuk dalam kategori Maharaja (Takdir Mulia & Perlindungan Ilahi) — adalah yang menghasilkan sisa:

0, 1, atau 15

Sisa Pembagian ÷ 16

Jika sebuah nama menghasilkan sisa di luar angka tersebut, para leluhur biasanya menyarankan untuk memodifikasi atau menambah suku kata tertentu hingga mencapai angka keselamatan itu. Bukan mengubah jati diri, melainkan menyelaraskan getaran agar selaras dengan vibrasi alam semesta.

🔮 MAKNA DI BALIK SISA ANGKA

Dalam tradisi lisan yang dijaga oleh Eyang Ananta Prabhavasta, setiap sisa angka memiliki makna spiritual:

  • Sisa 0: Kasampurnan — kesempurnaan, manunggaling kawula Gusti
  • Sisa 1: Manunggaling — bersatunya jiwa dengan kodrat ilahi
  • Sisa 15: Keprabon — keluhuran, kewibawaan, dan perlindungan dewata
  • Sisa lain: Masih dalam proses penyelarasan, perlu laku spiritual tertentu

🪶 TELUSUR LEBIH DALAM

Setelah memahami dasar Shatdashasuda, renungkanlah:

  • ❓ Mengapa angka 16 menjadi sangat sakral dalam kosmologi Jawa?
  • ❓ Bagaimana hubungan antara aksara, angka, dan takdir seseorang?
  • ❓ Apa makna "menyelaraskan nama" dalam perjalanan spiritual?
“Aksara ora mung lambang, nanging getaran sing mbentuk alam.”

🏮 KESIMPULAN

Shatdashasuda adalah warisan agung Majapahit yang mengajarkan bahwa nama bukan sekadar panggilan. Ia adalah kode energi, doa, dan takdir yang terus bergetar sepanjang kehidupan. Dengan memahami dan menyelaraskan nama, kita membuka pintu menuju kehidupan yang lebih selaras dengan kodrat ilahi.

Para leluhur telah mewariskan ilmu ini bukan untuk membelenggu, melainkan untuk membebaskan manusia dari kebingungan jati diri. Ketika nama selaras dengan getaran semesta, hidup mengalir bagaikan sungai menuju samudra.

"Shatdashasuda — dari aksara menuju cahaya."
📘 Facebook 🐦 Twitter 📱 WhatsApp

🔗 Baca Juga:

📚 Referensi: Serat Wedhatama, Primbon Betaljemur Adammakna, wawancara spiritual dengan Ki Chokro Wonodyakso, tradisi lisan numerologi Majapahit, sumber-sumber spiritual Nusantara.

🏛️ MAJAPOST — Majapahit Official Story. Mewarisi Api Pelopor Nusantara • Menelusuri Jejak Spiritual, Sejarah, dan Peradaban.

📌 Playlist Tutur Tinular
🔍 #Shatdashasuda #NumerologiMajapahit #AksaraJawa #EyangAnantaPrabhavasta #IlmuTiten

© 2026 MAJAPOST — Majapahit Official Story. Pusaka Obor Suryatikta: Menerangi Jejak Spiritual, Menjaga Marwah Bangsa.

"Dari masa silam, untuk masa depan yang terang."

⚠️ MAJAPOST — Majapahit Official Story. Artikel disusun berdasarkan wawancara spiritual dan tradisi lisan yang dijaga turun-temurun.

Postingan Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Smart Recommendations
Smart Recommendations

Database Artikel

    paling banyak dibaca