Jumat, 20 Februari 2026

Gayatri Rajapatni: Putri Bungsu Kertanagara, Nenek Hayam Wuruk

MAJAPOST — MAJAPAHIT OFFICIAL SITE

GAYATRI RAJAPATNI: PUTRI BUNGSU KERTANAGARA, NENEK HAYAM WURUK

Sri Rajapatni, Sang Penjaga Garis Keturunan Majapahit
📜 Dokumentasi Pustaka Suryatikta👑 Profil Tokoh📅 2026 Saka
Menyongsong Kebangkitan Nusantara
Arca Prajnyaparamita, perwujudan Dewi Kebijaksanaan dalam agama Buddha, yang dipercaya sebagai arca perwujudan Gayatri Rajapatni dari Candi Prajñaparamitapuri, Boyolangu, Tulungagung.
Arca Prajnyaparamita — Perwujudan Gayatri Rajapatni sebagai Dewi Kebijaksanaan. Arca ini berasal dari Candi Prajñaparamitapuri di Boyolangu, Tulungagung, tempat pendharmaan Gayatri. Kini menjadi salah satu koleksi terindah Museum Nasional Indonesia.
🖼️ Koleksi Museum Nasional Indonesia • Dokumentasi Majapost

🪶 TELUSUR MAJAPOST
Ia adalah putri bungsu raja terakhir Singhasari, istri pendiri Majapahit, ibu dari ratu ketiga, dan nenek dari raja terbesar Majapahit. Ketika takhta kosong, ia yang berhak atasnya, namun memilih keheningan biara dan menyerahkan tampuk kekuasaan kepada putrinya. Inilah Gayatri Rajapatni, perempuan yang menjadi poros genealogi Majapahit.

Nama: Dyah Gayatri / Sri Rajapatni
Gelar: Rajapatni (Sesepuh Kerajaan)
Kelahiran: Sekitar 1275, Istana Singhasari
Wafat: 1350 M, Istana Majapahit
Ayah: Kertanagara (Raja Singhasari terakhir)
Ibu: Sri Bajradewi
Pasangan: Raden Wijaya (Kertarajasa Jayawardhana)
Keturunan: Tribhuwana Wijayatunggadewi, Rajadewi Maharajasa
Cucu: Hayam Wuruk (raja terbesar Majapahit)
Wangsa: Rajasa
Agama: Buddha (menjadi Bhiksuni di akhir hayat)
Pemakaman: Didharmakan di Prajñaparamitapuri (Boyolangu) dan Wisesapura (Bayalangu)

Dyah Gayatri atau bergelar Sri Rajapatni adalah putri bungsu Raja Kertanagara, penguasa terakhir Kerajaan Singhasari. Ia merupakan salah satu dari empat putri Kertanagara yang dinikahi oleh Raden Wijaya, pendiri Majapahit. Namanya mungkin tidak setenar Ken Dedes atau Tribhuwana, namun perannya sebagai penjaga garis keturunan dan legitimasi takhta Majapahit tidak ternilai. Dari rahimnya lahir dua putri yang menjadi penerus dinasti, dan dari rahim putrinya lahir Hayam Wuruk, raja terbesar yang pernah memimpin Majapahit.

📜 SILSILAH GAYATRI

Menurut kitab Nagarakretagama, Raden Wijaya menikahi empat orang putri Kertanagara, yaitu:

  • Tribhuwana bergelar Tribhuwaneswari
  • Mahadewi bergelar Narendraduhita
  • Jayendradewi bergelar Prajnyaparamita
  • Gayatri bergelar Rajapatni

Selain keempat putri Kertanagara tersebut, Raden Wijaya juga memiliki seorang istri dari Melayu bernama Dara Petak bergelar Indreswari.

Dari kelima orang istri tersebut, hanya dua yang memberikan keturunan: Dara Petak melahirkan Jayanagara, sedangkan Gayatri melahirkan dua orang putri: Tribhuwanatunggadewi (kelak bergelar Tribhuwana Wijayatunggadewi) dan Rajadewi Maharajasa. Dari Tribhuwanatunggadewi inilah lahir Hayam Wuruk, raja keempat Majapahit yang membawa kerajaan menuju puncak kejayaan.

👑 Kertanagara (Ayah)

Raja terakhir Singhasari (1268-1292). Gugur dalam serangan Jayakatwang tahun 1292.

🤴 Raden Wijaya (Suami)

Pendiri Majapahit (memerintah 1293-1309). Menikahi Gayatri sebagai salah satu istri.

👸 Tribhuwana (Putri)

Ratu Majapahit ketiga (1328-1350). Memerintah mewakili ibunya yang telah menjadi Bhiksuni.

👸 Rajadewi (Putri)

Adik Tribhuwana. Menikah dengan Cakradhara dan memiliki garis keturunan bangsawan.

👑 Hayam Wuruk (Cucu)

Raja keempat Majapahit (1350-1389). Membawa Majapahit menuju puncak keemasan di bawah arahan Gajah Mada.

⚔️ PERANAN GAYATRI DALAM PERJUANGAN

Pada saat Singhasari runtuh akibat serangan Jayakatwang tahun 1292, Raden Wijaya hanya sempat menyelamatkan Tribhuwana (kakak Gayatri), sedangkan Gayatri sendiri ditawan musuh dan dibawa ke Kadiri. Setelah Raden Wijaya berpura-pura menyerah kepada Jayakatwang dan diampuni, barulah ia bisa bertemu kembali dengan Gayatri.

Kitab Pararaton mencatat kisah menarik tentang peran Gayatri dalam strategi pengusiran pasukan Mongol. Dikisahkan bahwa Raden Wijaya dan Arya Wiraraja bersekutu dengan bangsa Mongol untuk mengalahkan Jayakatwang. Setelah Kadiri runtuh, Raden Wijaya berbalik melawan sekutunya. Dalam strategi ini, Tribhuwana dan Gayatri dijadikan "umpan" untuk melucuti pasukan Mongol.

"Kedua putri siap untuk diserahkan dengan syarat tentara Tatar harus menyembunyikan senjata masing-masing, karena kedua putri tersebut ngeri melihat senjata dan darah. Maka, ketika pasukan Tatar, tanpa senjata, datang menjemput kedua putri, pasukan Raden Wijaya segera membantai mereka." — Pararaton

Kisah ini menunjukkan bahwa Gayatri dan kakaknya tidak hanya menjadi simbol politik, tetapi juga berperan langsung dalam strategi militer yang menentukan berdirinya Majapahit.

🏛️ GAYATRI SEPENINGGAL JAYANAGARA

Raden Wijaya wafat tahun 1309 dan digantikan oleh putranya, Jayanagara. Pada tahun 1328, Jayanagara mati dibunuh oleh Ra Tanca tanpa meninggalkan keturunan. Kekosongan takhta ini membawa nama Gayatri kembali ke permukaan.

Menurut Nagarakretagama, sebagai sesepuh keluarga kerajaan yang masih hidup, Gayatri berhak atas takhta Majapahit. Namun pada saat itu, Gayatri telah mengundurkan diri dari kehidupan duniawi dan menjadi Bhiksuni (pendeta Buddha). Ia lalu memerintahkan putrinya, Tribhuwanatunggadewi, untuk naik takhta mewakilinya pada tahun 1329.

Tribhuwana kemudian memerintah sebagai Ratu Majapahit ketiga hingga tahun 1350. Dalam masa pemerintahannya, ia mengangkat Gajah Mada sebagai Patih Amangkubhumi dan mendukungnya dalam Sumpah Palapa.

🕉️ AKHIR HAYAT DAN PEMAKAMAN

Gayatri wafat pada tahun 1350, di usia yang cukup tua. Nagarakretagama mencatat bahwa pada tahun 1362, Hayam Wuruk (cucu Gayatri) mengadakan upacara Sraddha yang megah untuk memperingati 12 tahun wafatnya Sang Rajapatni. Upacara ini bukan sekadar ritual keagamaan, tetapi juga menjadi ajang untuk menunjukkan kemegahan Majapahit di hadapan para tamu dari seluruh Nusantara.

Dalam upacara tersebut, arca perwujudan Gayatri sebagai Dewi Prajnyaparamita (Dewi Kebijaksanaan dalam agama Buddha) ditempatkan di candi pendharmaan. Gayatri didharmakan di dua tempat:

  • Prajñaparamitapuri di Kamal Pandak, Boyolangu, Tulungagung — tempat arca Prajnyaparamita ditemukan.
  • Wisesapura di Bayalangu — juga disebut sebagai tempat pendharmaan.

"Candi makam Sri Rajapatni tersohor sebagai tempat keramat, Tiap bulan Badrapada disekar oleh para menteri dan pendeta, Di tiap daerah rakyat serentak membuat peringatan dan memuja, Itulah suarganya, berkat berputera, bercucu Narendra utama." — Nagarakretagama, Pupuh 69

🏺 ARCA PRAJNYAPARAMITA: PERWUJUDAN GAYATRI

Arca Prajnyaparamita yang ditemukan di Candi Prajñaparamitapuri, Boyolangu, Tulungagung, diyakini sebagai arca perwujudan Gayatri Rajapatni. Arca ini menggambarkan Dewi Prajnyaparamita dalam sikap dharmachakra mudra, dengan wajah yang anggun dan tenang, mencerminkan kebijaksanaan dan pencerahan. Kini arca tersebut menjadi salah satu kolesi paling berharga di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.

Perwujudan Gayatri sebagai Prajnyaparamita menunjukkan bahwa ia tidak hanya dihormati sebagai leluhur raja-raja, tetapi juga sebagai simbol kebijaksanaan tertinggi. Hal ini sejalan dengan kehidupannya di akhir hayat yang memilih jalan spiritual sebagai Bhiksuni.

🪶 TELUSUR LEBIH DALAM

Setelah menelusuri jejak Sang Rajapatni, renungkanlah:

❓ Mengapa Gayatri yang berhak atas takhta justru memilih jalan spiritual dan menyerahkan kekuasaan kepada putrinya?

❓ Bagaimana peran perempuan seperti Gayatri dalam menjaga stabilitas dan legitimasi Kerajaan Majapahit?

❓ Apa makna perwujudannya sebagai Prajnyaparamita, Dewi Kebijaksanaan?

"Setiap orang bisa membaca sejarah, tapi hanya penelusur sejati yang menangkap makna untuk masa kini."

🏮 KESIMPULAN

Gayatri Rajapatni adalah bukti bahwa kekuasaan tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk takhta. Ketika ia berhak atas singgasana Majapahit, ia memilih hening dan doa. Namun dari keheningannya, ia mengatur suksesi, memastikan garis keturunan tetap terjaga, dan mewariskan kerajaan kepada cucunya, Hayam Wuruk. Dalam dirinya, bertemu darah raja Singhasari, istri pendiri Majapahit, ibu dari ratu ketiga, dan nenek dari raja terbesar. Ia adalah poros yang memastikan obor kejayaan tidak pernah padam.

"Gayatri Rajapatni — Dari keheningan biara, ia menjaga takhta. Dari kebijaksanaan, ia mewariskan kejayaan."

📚 Referensi: Kakawin Nagarakretagama, Pararaton, Slamet Muljana (1965/2005, 1979), dan sumber-sumber sejarah lainnya.
⚠️ MAJAPOST — Majapahit Official Site. Foto arca adalah dokumentasi koleksi Museum Nasional Indonesia. Artikel disusun dari berbagai sumber sejarah primer dan sekunder, terutama Kakawin Nagarakretagama dan Pararaton.

Postingan Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Smart Recommendations
Smart Recommendations

Database Artikel

    paling banyak dibaca