Raden Wijaya: Sang Pembebas Nusantara, Pendiri Kerajaan Majapahit
RADEN WIJAYA: SANG PEMBEBAS NUSANTARA, PENDIRI KERAJAAN MAJAPAHIT
🪶 TELUSUR MAJAPOST
Ia adalah cucu pemberontak, menantu raja yang terbunuh, dan sekutu penjajah yang berbalik menghancurkan mereka. Dari pelarian di hutan Tarik yang pahit, ia mendirikan kerajaan terbesar Nusantara: Majapahit. Inilah kisah Raden Wijaya, Sang Pembebas, pendiri dinasti yang cahayanya masih menyinari Nusantara hingga kini.
Raden Wijaya atau Dyah Wijaya, dengan nama regnal Śrī Kṛtarājasa Jayawarddhana, adalah pendiri sekaligus Maharaja pertama Kerajaan Majapahit yang memerintah dari tahun 1293 hingga wafatnya pada 1309. Ia adalah sosok yang lahir dari pusaran konflik, tumbuh dalam pelarian, dan akhirnya bangkit menjadi penguasa yang meletakkan fondasi bagi kerajaan terbesar yang pernah ada di Nusantara.
📜 GENEALOGI & ASAL-USUL
Menurut kakawin Nagarakretagama, Raden Wijaya adalah putra dari Dyah Lembu Tal, cucu dari Mahisa Campaka (dikenal pula sebagai Narasinghamurti). Kakeknya ini adalah anak dari Mahisa Wonga Teleng, putra dari Ken Angrok (pendiri Wangsa Rajasa) dan Ken Dedes. Dari genealogi ini, Raden Wijaya juga merupakan keponakan dari raja Singhasari terakhir, Kertanagara.
Prasasti Kudadu (1294) mengkonfirmasi bahwa Dyah Lembu Tal, ayahanda Wijaya, adalah putra Narasinghamurti. Naskah kuno ini memuji Dyah Lembu Tal sebagai perwira yudha yang gagah berani. Darah biru dari berbagai garis keturunan inilah yang kelak melegitimasi Wijaya sebagai pewaris sah tahta Singhasari.
⚔️ KONFLIK DENGAN MONGOL & BERDIRINYA MAJAPAHIT
"Dari tanah yang pahit, tumbuh kemegahan yang manis. Dari pelarian yang hina, lahir kedaulatan yang agung." — Pustaka Suryatikta
🏛️ KEBIJAKAN PEMERINTAHAN
Sebagai penguasa pertama, Raden Wijaya dengan cermat menata administrasi kerajaan. Ia mengangkat para pengikut setia yang membantunya dalam perjuangan:
- Arya Wiraraja dan Ranggalawe sebagai pasangguhan (panglima perang).
- Nambi diangkat sebagai patih (perdana menteri) Majapahit.
- Lembu Sora sebagai patih di Daha (Kediri).
- Pada tahun 1294, ia memberikan anugerah kepada kepala desa Kudadu yang pernah melindunginya saat pelarian.
- Membentuk Dharmaputra, pasukan elit beranggotakan tujuh orang: Ra Kuti, Ra Semi, Ra Tanca, Ra Wedeng, Ra Yuyu, Ra Banyak, dan Ra Pangsa.
- Pada tahun 1295, mengangkat putranya, Jayanagara, sebagai yuwaraja (raja muda) di Kadiri.
⚡ PEMBERONTAKAN DI AWAL PEMERINTAHAN
Pemberontakan Ranggalawe (1295)
Dipicu hasutan Mahapati yang licik, Ranggalawe memberontak karena ketidakpuasan atas pengangkatan Nambi sebagai patih. Ini menjadi perang saudara pertama Majapahit. Ranggalawe tewas di tangan Kebo Anabrang dalam pertempuran di sungai Tambak Beras.
Pembunuhan Lembu Sora (1300)
Lembu Sora, paman Ranggalawe, awalnya berada di pihak Majapahit. Namun, ia murka melihat kematian keponakannya yang dianggap kejam oleh Kebo Anabrang. Sora kemudian membunuh Anabrang. Mahapati kembali menghasut Nambi bahwa Sora akan memberontak. Akibatnya, Sora bersama Gajah Biru dan Jurudemung tewas dalam penyergapan oleh kelompok Nambi saat dalam perjalanan menuju istana.
Pemberontakan Nambi (1316)
Meskipun terjadi setelah wafatnya Raden Wijaya, benih pemberontakan Nambi telah dimulai pada masa ini. Nambi akhirnya memberontak pada masa pemerintahan Jayanagara dan berhasil dipadamkan pada tahun 1316.
👪 KELUARGA & KETURUNAN
Raden Wijaya menikah dengan empat putri Kertanagara, raja terakhir Singhasari, sebagai cara untuk mengkonsolidasikan kekuasaan dan melegitimasi tahtanya. Berikut adalah keluarga besarnya:
👑 Permaisuri Tribhuwaneswari
Putri Kertanagara. Dari pernikahan ini lahir Jayanagara, putra mahkota yang kemudian menjadi raja kedua Majapahit.
👸 Gayatri (Rajendradewi)
Putri bungsu Kertanagara. Dari pernikahan ini lahir dua putri: Tribhuwana Wijayatunggadewi (Ratu Majapahit ke-3) dan Rajadewi Maharajasa.
👸 Narendraduhita
Putri Kertanagara. Tidak disebutkan memiliki keturunan.
👸 Jayendradewi
Putri Kertanagara. Tidak disebutkan memiliki keturunan.
👸 Indreswari
Gadis Melayu. Dari pernikahan ini juga lahir Jayanagara (menurut beberapa sumber), yang kemudian diangkat anak oleh Tribhuwaneswari.
🏺 AKHIR HAYAT & PEMAKAMAN
Menurut Nagarakretagama, Raden Wijaya wafat pada tahun 1309 M. Ia didharmakan di Antahpura dan dicandikan di Candi Simping, Blitar, sebagai Harihara—perpaduan Dewa Wisnu dan Siwa. Penggambaran sebagai Harihara menunjukkan bahwa semasa hidupnya, ia dianggap sebagai pemersatu dua aliran keagamaan besar saat itu. Arca ini kini menjadi salah satu koleksi berharga Museum Nasional Republik Indonesia.
📜 PRASASTI & SUMBER SEJARAH
- Prasasti Kudadu (1294): Mengkonfirmasi silsilah Raden Wijaya.
- Prasasti Sukamerta (1296): Menyebutkan anugerah kepada desa Sukamerta.
- Prasasti Balawi (1305): Menyebutkan nama istri-istri Raden Wijaya.
- Kakawin Nagarakretagama (1365): Sumber utama genealogi dan sejarah pemerintahannya.
- Pararaton: Sumber sejarah tradisional yang melengkapi kisahnya.
🪶 TELUSUR LEBIH DALAM
Setelah menelusuri jejak Sang Pendiri, renungkanlah:
❓ Bagaimana Raden Wijaya mampu mengubah pelarian menjadi fondasi kejayaan?
❓ Apa pelajaran strategis dari kemampuannya bersekutu dan berbalik arah pada waktu yang tepat?
❓ Dari para pemberontak di awal Majapahit, apa yang bisa kita petik tentang loyalitas dan ambisi?
"Setiap orang bisa membaca sejarah, tapi hanya penelusur sejati yang menangkap makna untuk masa kini."
🏮 KESIMPULAN
Raden Wijaya bukan sekadar nama dalam prasasti. Ia adalah bukti bahwa dari situasi paling pahit sekalipun—pelarian, pengkhianatan, dan peperangan—dapat lahir sebuah peradaban agung. Warisannya bukan hanya Kerajaan Majapahit, tetapi juga semangat pantang menyerah, kecerdasan strategi, dan kemampuan menyatukan yang terpecah. Pada akhirnya, cahaya yang ia nyalakan di hutan Tarik masih menyinari Nusantara hingga hari ini, mengingatkan kita bahwa "Obor Suryatikta" tak pernah benar-benar padam.
MAJAPOST
Tidak ada komentar:
Posting Komentar