Jumat, 20 Februari 2026

Gapura Wringinlawang: Pintu Beringin Menuju Kediaman Mahapatih Gajah Mada

MAJAPOST — MAJAPAHIT OFFICIAL SITE

GAPURA WRINGINLAWANG: PINTU BERINGIN MENUJU KEDIAMAN MAHAPATIH GAJAH MADA

ꦓꦥꦸꦫꦮꦿꦶꦔꦶꦤ꧀ꦭꦮꦁ • Candi Bentar Agung dari Abad ke-14
📜 Dokumentasi Pustaka Suryatikta🚪 Gapura & Candi📅 2026 Saka
Menyongsong Kebangkitan Nusantara
Gapura Wringinlawang, Trowulan, Mojokerto
Gapura Wringinlawang — Gerbang megah bergaya candi bentar, pintu menuju kompleks penting di ibu kota Majapahit.
🖼️ Dokumentasi Cagar Budaya

🪶 TELUSUR MAJAPOST
Di tepi jalan utama Jatipasar, Trowulan, berdiri kokoh dua bata merah raksasa yang terbelah. Gapura Wringinlawang, dengan gaya candi bentar yang khas, menjadi saksi bisu keagungan ibu kota Majapahit. Dipercaya sebagai pintu masuk menuju kediaman sang Mahapatih, Gajah Mada, gerbang ini mengundang kita untuk menelusuri jejak sang pemersatu Nusantara. Mari menyelami sejarah, arsitektur, dan misteri di balik pintu beringin ini.

Nama: Gapura Wringinlawang
Aksara Jawa: ꦓꦥꦸꦫꦮꦿꦶꦔꦶꦤ꧀ꦭꦮꦁ
Lokasi: Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur
Perkiraan Abad: 14 M (Masa Majapahit)
Tipe: Candi Bentar (gapura terbelah tanpa atap)
Material: Batu bata merah
Dimensi: 13m x 11m, tinggi 15,5m
Fungsi: Pintu masuk kompleks penting ibu kota Majapahit (diduga kediaman Gajah Mada)
Pemugaran: 1991–1995

Gapura Wringinlawang adalah sebuah gapura peninggalan kerajaan Majapahit abad ke-14 yang berada di Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia. Bangunan ini terletak tak jauh ke selatan dari jalan utama di Jatipasar. Dalam bahasa Jawa, Wringinlawang berarti 'Pintu Beringin'. Gerbang megah ini menjadi salah satu ikon penting Situs Trowulan, merepresentasikan keagungan arsitektur dan tata kota Majapahit.

📜 PENAMAAN

Nama "Wringinlawang" berasal dari bahasa Jawa, terdiri dari kata "wringin" (beringin) dan "lawang" (pintu). Secara harfiah berarti "Pintu Beringin". Penamaan ini kemungkinan merujuk pada keberadaan pohon beringin di sekitar gapura pada masa lampau, atau makna simbolis pohon beringin sebagai tempat yang sakral dan penting dalam tradisi Jawa. Sebagai pintu gerbang, Wringinlawang menandai batas menuju area penting di dalam ibu kota Majapahit.

🏛️ STRUKTUR DAN FUNGSI BANGUNAN

Gapura agung ini terbuat dari bahan bata merah dengan luas dasar 13 × 11 meter dan tinggi mencapai 15,5 meter. Diperkirakan dibangun pada abad ke-14. Gerbang ini lazim disebut bergaya candi bentar atau tipe gerbang terbelah, yaitu dua bangunan serupa yang membatasi sisi kanan dan kiri tanpa penutup di bagian atas. Gaya arsitektur seperti ini diduga muncul pada era Majapahit dan kini banyak ditemukan dalam arsitektur Bali.

Kebanyakan sejarawan sepakat bahwa gapura ini adalah pintu masuk menuju kompleks bangunan penting di ibu kota Majapahit. Dugaan mengenai fungsi asli bangunan ini mengundang banyak spekulasi, salah satu yang paling populer adalah gerbang ini diduga menjadi pintu masuk ke kediaman Mahapatih Gajah Mada. Letaknya yang strategis dan dimensinya yang megah mendukung teori bahwa area di balik gapura ini adalah kawasan elit atau pusat administrasi penting.

"Dari pintu beringin ini, sang Mahapatih melangkah, mengatur strategi penyatuan Nusantara. Bata merahnya menjadi saksi bisu ambisi besar Gajah Mada." — Pustaka Suryatikta

🔨 KONDISI DAN PEMUGARAN

Gapura Wringinlawang adalah sebuah struktur cagar budaya yang terbuat dari bata. Sebelum dilakukan kegiatan pemugaran tahun 1991/1992 sampai dengan tahun 1994/1995, kondisi struktur ini sudah tidak utuh lagi. Kaki dan tubuh gapura masih berdiri, namun pada struktur sisi utara, sebagian tubuhnya dan puncak gapura telah runtuh dan hilang. Yang tersisa hanya setinggi 9 meter. Berkat upaya pelestarian Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur, gapura ini kini kembali berdiri megah dan menjadi salah satu destinasi utama wisata sejarah di Trowulan.

📍 LOKASI

Gapura Wringinlawang berada di Dusun Jatipasar, Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Lokasinya sangat strategis, berada tidak jauh dari jalan raya utama Mojokerto–Jombang, memudahkan akses bagi para pengunjung. Di sekitar gapura ini, terdapat pula berbagai situs penting lainnya seperti Gapura Bajang Ratu, Candi Tikus, dan Museum Trowulan, yang menjadikan kawasan ini sebagai pusat belajar sejarah Majapahit.

🗺️ PETA LOKASI

🪶 TELUSUR LEBIH DALAM

Setelah menelusuri jejak Gapura Wringinlawang, renungkanlah:

❓ Jika benar ini pintu menuju kediaman Gajah Mada, strategi apa yang mungkin dirancang di balik gapura ini?

❓ Bagaimana gaya arsitektur candi bentar Majapahit mempengaruhi arsitektur tradisional Bali?

❓ Dari bata merah yang tersusun rapi ini, apa yang bisa kita petik tentang ketekunan dan keahlian leluhur?

"Setiap orang bisa melihat bata merah, tapi hanya penelusur sejati yang menangkap getaran sejarah di baliknya."

🏮 KESIMPULAN

Gapura Wringinlawang bukan sekadar tumpukan bata merah. Ia adalah simbol selamat datang menuju pusat peradaban terbesar Nusantara. Sebagai pintu gerbang menuju kompleks penting Majapahit, yang diyakini sebagai area kediaman Mahapatih Gajah Mada, gapura ini mengajak kita untuk merenungkan kebesaran masa lalu. Dari gaya arsitektur candi bentar yang elegan hingga proses pemugarannya yang penuh dedikasi, Wringinlawang mengajarkan bahwa kejayaan dapat dibangun dengan ketekunan, dan warisan harus dijaga dengan sepenuh hati.

"Wringinlawang — pintu beringin menuju keabadian, dari bata merah yang menyimpan mimpi persatuan Nusantara."

📚 Referensi: Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Jawa Timur (2022). I.G. Bagus Arnawa (1998). "Mengenal Peninggalan Majapahit di Daerah Trowulan". Sumber-sumber sejarah lainnya.
⚠️ MAJAPOST — Majapahit Official Site. Gambar dokumentasi cagar budaya. Artikel disusun dari berbagai sumber sejarah primer dan sekunder.

Postingan Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Smart Recommendations

Database Artikel

    paling banyak dibaca