CANDI ARIMBI: Peninggalan Megah Majapahit untuk Ratu Tribhuwana
CANDI ARIMBI: PENINGGALAN MEGAH MAJAPAHIT UNTUK RATU TRIBHUWANA
🪶 TELUSUR MAJAPOST
Di lereng perbukitan Jombang, berdiri megah Candi Arimbi, saksi bisu kejayaan Majapahit. Berbeda dengan narasi mitos yang mengaitkannya dengan tokoh pewayangan, bukti arkeologis justru mengungkap hubungannya dengan Ratu Tribhuwana Tunggadewi, penguasa ketiga Majapahit. Mari menelusuri jejak sejarah, arsitektur unik, dan misteri di balik candi bercorak Hindu ini.
Candi Arimbi adalah salah satu peninggalan bersejarah dari masa Kerajaan Majapahit yang terletak di Desa Arimbi, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Candi ini menarik perhatian karena struktur arsitekturnya yang unik dan nilai sejarahnya yang tinggi. Berbeda dengan narasi mitos yang sering dikaitkan dengan tokoh Dewi Arimbi dari epos Mahabharata, artikel ini akan membahas Candi Arimbi berdasarkan fakta sejarah, temuan arkeologis, dan analisis logis.
📍 LOKASI DAN PENEMUAN
Candi Arimbi terletak di Desa Arimbi, sebuah daerah yang dikelilingi oleh pemandangan alam yang indah, seperti perbukitan dan sawah. Nama "Arimbi" sendiri diambil dari nama desa tempat candi ini berada, bukan merujuk pada tokoh Dewi Arimbi dari kisah Mahabharata. Candi ini pertama kali ditemukan dalam kondisi rusak dan telah mengalami beberapa upaya pemugaran untuk mempertahankan keutuhannya.
Secara geografis, candi ini berada di koordinat yang strategis, dikelilingi oleh hamparan sawah hijau dan perbukitan kapur yang menambah keindahan panorama sekitarnya. Akses menuju candi dapat ditempuh dari pusat kota Jombang dengan waktu sekitar 45 menit perjalanan darat.
🏛️ STRUKTUR DAN ARSITEKTUR
Candi Arimbi memiliki ciri khas arsitektur Jawa Timur pada masa Majapahit. Berikut adalah detail strukturnya:
- Pondasi Batu Bata Merah: Pondasi candi terbuat dari batu bata merah, yang merupakan material umum digunakan dalam pembangunan candi pada masa Majapahit. Batu bata merah dipilih karena mudah didapat dan tahan lama. Teknik penyusunan bata yang rapat tanpa perekat menunjukkan keahlian tinggi para arsitek Majapahit.
- Bangunan Atas Batu Andesit: Bagian atas candi terbuat dari batu andesit, yang lebih kuat dan cocok untuk diukir. Batu andesit ini dihiasi dengan relief-relief yang menggambarkan berbagai motif, kemungkinan besar terkait dengan kepercayaan dan budaya pada masa itu, seperti motif sulur-suluran, bunga teratai, dan figur dewa-dewi Hindu.
- Relief dan Ornamen: Relief yang ada di Candi Arimbi menunjukkan pengaruh Hindu, yang dominan pada masa Majapahit. Meskipun tidak banyak relief yang utuh, beberapa bagian masih menunjukkan detail ukiran yang halus dan indah, mencerminkan estetika seni pahat masa itu.
👸 ARCA RATU TRIBHUWANA TUNGGADEWI
Salah satu temuan penting di Candi Arimbi adalah arca Ratu Tribhuwana Tunggadewi, salah satu ratu penting dari Kerajaan Majapahit. Ratu Tribhuwana Tunggadewi memerintah pada abad ke-14 (1328–1350 M) dan dikenal sebagai pemimpin yang kuat serta berjasa dalam memajukan kerajaan. Ia adalah putri dari Raden Wijaya dan Gayatri, serta ibu dari Hayam Wuruk, raja terbesar Majapahit.
Temuan arca ini menjadi petunjuk kuat bahwa Candi Arimbi mungkin merupakan candi pendarmaan untuk menghormati sang ratu. Dalam tradisi Hindu-Jawa, candi pendarmaan dibangun untuk memuliakan arwah seorang raja atau ratu setelah wafat, sekaligus sebagai tempat pemujaan. Arca tersebut menggambarkan Ratu Tribhuwana dengan atribut dewi, menandakan penyatuannya dengan aspek ketuhanan.
"Keberadaan arca Ratu Tribhuwana di kompleks Candi Arimbi mengindikasikan bahwa candi ini memiliki fungsi sakral sebagai tempat pemujaan dan penghormatan terhadap penguasa perempuan Majapahit yang agung." — Pustaka Suryatikta
🕉️ FUNGSI CANDI ARIMBI
Berdasarkan temuan arkeologis dan analisis sejarah, Candi Arimbi kemungkinan besar memiliki fungsi sebagai:
- Candi Pendarmaan: Candi ini dibangun untuk menghormati dan memuliakan Ratu Tribhuwana Tunggadewi. Candi pendarmaan biasanya digunakan sebagai tempat pemujaan dan penghormatan terhadap tokoh penting, seperti raja atau ratu, setelah mereka wafat.
- Tempat Ritual dan Keagamaan: Sebagai candi Hindu, Candi Arimbi mungkin juga digunakan untuk kegiatan ritual dan keagamaan pada masa Majapahit, seperti upacara keagamaan, meditasi, dan persembahan kepada dewa-dewi.
- Simbol Kekuasaan: Pembangunan candi ini juga bisa menjadi simbol kekuasaan dan kejayaan Kerajaan Majapahit pada masa pemerintahan Ratu Tribhuwana Tunggadewi, menunjukkan kemakmuran dan stabilitas kerajaan di bawah kepemimpinan seorang ratu.
🔍 ANALISIS NAMA DAN LEGENDA
Nama "Arimbi" sering dikaitkan dengan tokoh Dewi Arimbi dari epos Mahabharata, seorang rakshasa perempuan yang menikah dengan Bima dan menjadi ibu dari Gatotkaca. Namun, berdasarkan fakta sejarah, nama ini lebih terkait dengan lokasi candi (Desa Arimbi) daripada tokoh mitologi tersebut. Kisah Dewi Arimbi dan Bima dari Mahabharata terjadi ribuan tahun sebelum Candi Arimbi dibangun, sehingga tidak ada hubungan langsung antara candi ini dengan kisah tersebut.
Legenda yang berkembang kemungkinan besar merupakan hasil dari adaptasi budaya masyarakat setempat, di mana kisah-kisah mitologi diintegrasikan ke dalam situs sejarah untuk memberikan makna dan nilai spiritual. Fenomena ini umum terjadi di banyak situs kuno di Indonesia, di mana narasi lokal bercampur dengan sejarah untuk menciptakan identitas budaya yang kaya.
🏯 KONTEKS SEJARAH MAJAPAHIT
Candi Arimbi dibangun pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit (abad ke-14), sebuah kerajaan besar yang menguasai sebagian besar Nusantara. Pada masa ini, seni dan arsitektur berkembang pesat, dengan banyak candi dan bangunan megah yang dibangun sebagai simbol kekuasaan dan keagamaan. Candi Arimbi adalah salah satu contoh dari kemajuan arsitektur dan budaya pada masa itu, bersama dengan candi-candi lain seperti Candi Penataran, Candi Tikus, dan Candi Brahu.
Masa pemerintahan Ratu Tribhuwana (1328–1350) adalah periode penting dalam sejarah Majapahit, di mana Patih Gajah Mada memulai ekspansi besar-besaran ke seluruh Nusantara berdasarkan Sumpah Palapa. Candi Arimbi, sebagai candi pendarmaan untuk sang ratu, menjadi saksi bisu dari era keemasan tersebut.
🌿 UPAYA PELESTARIAN
Candi Arimbi saat ini berada dalam kondisi yang memerlukan perhatian serius. Beberapa upaya pemugaran telah dilakukan, tetapi masih diperlukan langkah-langkah lebih lanjut untuk menjaga keutuhan candi ini. Pelestarian Candi Arimbi tidak hanya penting untuk menjaga warisan sejarah, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi generasi muda tentang kejayaan masa lalu.
Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur telah melakukan beberapa program konservasi, termasuk pembersihan struktur, perkuatan pondasi, dan dokumentasi ilmiah. Masyarakat setempat juga dilibatkan dalam upaya pelestarian melalui program wisata edukasi dan pelatihan pemandu wisata.
🗺️ PETA LOKASI
🏮 KESIMPULAN
Candi Arimbi adalah salah satu peninggalan bersejarah dari masa Kerajaan Majapahit yang memiliki nilai arsitektur dan sejarah tinggi. Berdasarkan temuan arkeologis, candi ini kemungkinan besar merupakan candi pendarmaan untuk menghormati Ratu Tribhuwana Tunggadewi, ratu ketiga Majapahit. Nama "Arimbi" lebih terkait dengan lokasi candi daripada tokoh mitologi Dewi Arimbi.
Dengan memahami Candi Arimbi berdasarkan fakta sejarah dan logika, kita dapat menghargai warisan budaya ini tanpa terjebak dalam narasi mitos. Mari kita jaga dan lestarikan Candi Arimbi sebagai bagian dari identitas budaya Nusantara, sebagai bukti nyata kejayaan Majapahit yang patut kita banggakan.
MAJAPOST
Tidak ada komentar:
Posting Komentar