Sabtu, 14 Februari 2026

Bongkar Rahasia Kaya Tanpa Privilege: Strategi 'Value-Based Earning' ala Theo Derick di Podcast Deddy Corbuzier

MAJAPOST.COM – Dunia digital kini tengah dihebohkan dengan diskusi panas antara Deddy Corbuzier dan Theo Derick. Keduanya membedah tuntas rahasia kesuksesan finansial bagi mereka yang tidak lahir dari keluarga berada atau tidak punya "jalur dalam".

Dalam tayangan terbaru di kanal YouTube Deddy Corbuzier, Theo Derick—pengusaha muda yang dikenal vokal soal literasi bisnis—mematahkan mitos bahwa sukses butuh modal besar. Ia memberikan solusi konkret bagi anak muda yang merasa "mentok" karena keterbatasan ekonomi.

Banyak orang beranggapan bahwa menjadi kaya di era sekarang adalah mustahil tanpa adanya "orang dalam" atau warisan tujuh turunan. Namun, Theo menegaskan bahwa kunci utama dalam membangun kekayaan tanpa privilege bukanlah melalui investasi koin kripto yang tidak jelas atau skema cepat kaya lainnya, melainkan melalui pengembangan nilai diri atau Value-Based Earning.

Lupakan Skema Cepat Kaya, Fokus pada 'Value'

Menurut Theo, kesalahan terbesar anak muda saat ini adalah terjebak dalam "get rich quick scheme". Mereka ingin hasil instan namun tanpa fondasi yang kuat. Dalam diskusinya dengan Deddy, Theo menjelaskan bahwa uang hanyalah efek samping dari nilai yang kita berikan kepada orang lain atau pasar.

Strategi pertama yang ditawarkan adalah identifikasi masalah. "Jika Anda ingin dibayar mahal, carilah masalah besar yang bisa Anda selesaikan," ungkapnya. Hal ini berkaitan erat dengan kemampuan teknis (hard skills) yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

Membangun Personal Branding di Era Digital

Di tengah gempuran media sosial, Theo Derick menyoroti pentingnya personal branding. Bagi mereka yang tidak memiliki modal uang, digital presence adalah modal gratis yang paling kuat. Dengan membangun reputasi yang baik secara online, peluang akan datang dengan sendirinya tanpa harus "mengemis" pekerjaan.

Namun, Theo mengingatkan agar tidak sekadar tampil "gaya-gayaan". Keaslian (authenticity) dan konsistensi dalam berbagi ilmu atau pengalaman adalah kunci agar branding tersebut berkonversi menjadi nilai ekonomi.

Konsep 'High-Income Skill' Tanpa Modal

Salah satu poin menarik yang dibahas adalah daftar keterampilan dengan pendapatan tinggi yang bisa dipelajari secara otodidak. Mulai dari manajemen data, pemasaran digital, hingga pemahaman terhadap AI. Theo menekankan bahwa di tahun 2026 ini, akses informasi sudah sangat terbuka. Yang membedakan antara mereka yang sukses dan tidak hanyalah tingkat disiplin dalam belajar.

Deddy Corbuzier pun sempat mempertanyakan nasib mereka yang berada di garis kemiskinan ekstrem. Theo dengan lugas menjawab bahwa langkah pertama bukanlah langsung berbisnis, melainkan meningkatkan kapasitas diri agar bisa keluar dari jerat "survival mode" terlebih dahulu.

Mindset: Musuh Terbesar adalah Diri Sendiri

Menutup sesi diskusi, Theo Derick menitipkan pesan penting soal mentalitas. Rasa rendah diri karena tidak punya privilege seringkali menjadi penghambat utama. Baginya, privilege memang membantu mempercepat proses, tapi bukan penentu akhir dari sebuah kesuksesan.

Kekayaan yang berkelanjutan dibangun melalui sistem, bukan sekadar keberuntungan. "Berhentilah mencari koin ajaib, mulailah membangun aset intelektual Anda," tegasnya dalam video yang kini telah ditonton ratusan ribu kali tersebut.

Bagi Anda yang ingin mendalami langkah-langkah teknis yang dipaparkan, sangat disarankan untuk menonton video lengkapnya di kanal YouTube Deddy Corbuzier. Kesimpulannya jelas: Kaya tanpa privilege itu mungkin, asalkan Anda siap bekerja lebih keras dan lebih cerdas daripada mereka yang sudah memiliki segalanya sejak lahir. (Majapost.com)

Postingan Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Database Artikel

    paling banyak dibaca