Bedah Opini: Bukan Cuma Soal Modal! Ini 3 Alasan Utama Bisnis UMKM Sering Gagal dan Cara Mengatasinya
Untuk kenyamanan menonton video, aktifkan Mode Gelap melalui tombol di pojok kanan atas di samping menu.
JAKARTA — Berdasarkan data, sekitar 2/3 bisnis baru tidak mampu bertahan dalam jangka panjang. Di Indonesia, sektor UMKM berkontribusi sangat besar bagi ekonomi, namun banyak pelakunya yang masih terjebak dalam pola lama.
1. Rendahnya Adopsi Digital (Digitalisasi Sejati)
Banyak UMKM merasa sudah "go digital" hanya karena memiliki media sosial. Padahal, digitalisasi mencakup operasional: rekap stok, laporan keuangan, dan manajemen karyawan digital. Hal ini bisa meningkatkan efisiensi hingga 90% dibandingkan cara manual.
2. Kecepatan Adalah Keunggulan UMKM
Kelemahan perusahaan besar adalah birokrasi yang lambat. UMKM bisa melakukan inovasi produk dan merespons feedback pelanggan hanya dalam hitungan hari. Kuncinya adalah memiliki perencanaan bisnis (Business Plan) yang terstruktur agar langkah Anda tidak asal-asalan.
3. Riset Pasar Sebelum Meluncurkan Produk
Jangan meluncurkan produk hanya berdasarkan "feeling". Sebanyak 74% bisnis gagal karena tidak melakukan riset market. Founder harus peka terhadap data tren pasar dan perilaku konsumen agar strategi bisnis tetap relevan.
“Bisnis adalah tentang adaptasi. Jika Anda tidak bisa melihat perubahan di sekitar dan membuat keputusan berdasarkan data, maka bisnis Anda sulit bertahan.”
Kesimpulannya, menjadi pengusaha UMKM bukan hanya soal berjualan, tapi soal membangun sistem yang mampu beradaptasi dengan zaman.
Editor: Tim Bisnis & UMKM Majapost
Tidak ada komentar:
Posting Komentar