Menggegerkan! Ditemukan Hewan Darat Pemakan Tumbuhan Tertua Berusia 307 Juta Tahun
Majapost.com – Dunia sains kembali dihebohkan. Para ilmuwan menemukan spesies purba bernama Tyrannoroter heberti, hewan darat yang hidup sekitar 307 juta tahun lalu dan diduga menjadi salah satu vertebrata pemakan tumbuhan tertua yang pernah diketahui.
Penemuan ini terjadi di Nova Scotia, Kanada, dan dipublikasikan pada 10 Februari 2026 dalam jurnal Nature Ecology & Evolution. Temuan ini dianggap sebagai titik penting dalam sejarah evolusi karena menunjukkan bahwa pola makan herbivora pada hewan darat muncul jauh lebih awal dari perkiraan sebelumnya.
Apa Itu Tyrannoroter heberti?
Tyrannoroter termasuk dalam kelompok microsaurs, bagian dari garis evolusi tetrapoda — nenek moyang amfibi, reptil, burung, dan mamalia modern.
Fakta Utama:
- Hidup pada periode Karbon (Carboniferous Period).
- Usia sekitar 307 juta tahun.
- Panjang tubuh diperkirakan 30,5 cm.
- Tengkorak sepanjang 10 cm.
- Memiliki gigi khusus untuk menghancurkan tanaman berserat.
Meski tampilannya menyerupai reptil modern, hewan ini bukan bagian dari reptilia sejati, melainkan cabang evolusi awal vertebrata darat.
Mengapa Penemuan Ini Penting?
1. Mengubah Timeline Evolusi Herbivora
Selama ini ilmuwan memperkirakan vertebrata darat pemakan tumbuhan baru muncul menjelang akhir periode Karbon, sekitar 299 juta tahun lalu. Namun Tyrannoroter membuktikan adaptasi terhadap tanaman sudah terjadi setidaknya 8 juta tahun lebih awal.
Paleontolog Arjan Mann dari Field Museum Chicago menyatakan bahwa temuan ini menunjukkan ekosistem darat yang didominasi herbivora sudah terbentuk sejak awal periode Karbon.
2. Adaptasi Gigi yang Kompleks
Tyrannoroter memiliki “baterai gigi” di langit-langit mulut yang bertemu dengan rahang bawah. Struktur ini memungkinkan proses menghancurkan dan menggiling tanaman keras.
Paleontolog Hillary Maddin dari Carleton University menjelaskan bahwa tengkoraknya sangat kokoh, dengan ruang besar untuk otot pipi yang kuat — ciri khas hewan pemakan tumbuhan.
Dari Pemakan Daging ke Pemakan Tumbuhan
Tetrapoda awal berevolusi dari ikan bersirip berdaging sekitar 375 juta tahun lalu. Awalnya mereka adalah karnivora.
Ilmuwan memperkirakan evolusinya berlangsung bertahap:
- Fase pertama: pemakan daging.
- Fase kedua: pemakan serangga.
- Fase ketiga: adaptasi usus untuk mencerna tanaman.
Hipotesis terbaru menyebutkan bahwa memakan serangga herbivora mungkin menjadi jembatan biologis sebelum hewan darat mampu mengolah serat tanaman secara langsung.
Lingkungan Bumi Saat Itu
Periode Karbon dikenal sebagai era hutan rawa yang sangat lebat. Vegetasi melimpah dan kadar oksigen atmosfer lebih tinggi dibandingkan saat ini.
Fakta penting periode ini:
- Sisa hutan Karbon menjadi cadangan batu bara dunia modern.
- Ekosistem darat mulai membentuk rantai makanan kompleks.
- Hewan darat bereksperimen dengan berbagai pola makan.
Munculnya herbivora awal seperti Tyrannoroter menjadi fondasi pembentukan ekosistem modern.
Bagaimana Penelitian Dilakukan?
Tengkorak ditemukan di Cape Breton Island, Nova Scotia. Para ilmuwan menggunakan CT scan untuk melihat struktur internal tengkorak tanpa merusaknya.
Hasil pemindaian menunjukkan puluhan gigi kerucut di langit-langit mulut, menguatkan indikasi kemampuan menghancurkan tanaman berserat tinggi.
Implikasi Ilmiah
Penemuan ini memiliki dampak besar:
- Merevisi teori kemunculan herbivora vertebrata.
- Menunjukkan adaptasi ekosistem terjadi lebih cepat.
- Menguatkan hipotesis transisi dari insektivora ke herbivora.
Secara evolusioner, ini menandakan bahwa vertebrata darat tidak butuh waktu lama untuk mengisi berbagai “niche” ekologis.
Kesimpulan
Tyrannoroter heberti bukan sekadar hewan purba biasa. Ia menjadi bukti bahwa revolusi pola makan pada vertebrata darat dimulai jauh lebih awal dari yang diperkirakan.
Penemuan ini menambah potongan penting dalam teka-teki evolusi kehidupan di bumi.
Baca Juga:
- Wisata Alam Candali Bogor Viral di Google Trends
- Gebrakan Presiden Prabowo Bangun 5000 Sekolah Rakyat
- Review Jujur Infinix Note 60 5G, Raja Baru Kelas Mid-Range?
ADVERTISEMENT

Tidak ada komentar:
Posting Komentar