Breaking News

8/recent/ticker-posts

Header

Rindu Sang Guru, Peziarah Tetap Berdoa Meski Di Luar Tembok Makam Gus Dur Dan Hadrotuz Syaikh


Ketatnya penerapan protokol kesehatan pencegahan covid 19 di lingkungan Ponpes Tebu Ireng Jombang membuat sulitnya masuk ke dalam Pesantren. Wali santri pun selama pandemi harus rela tidak diperbolehkan menjenguk putra putrinya. 

Begitu juga dengan area makam Hadrotuz Syaikh Kyai Hasyim Asy'ari dan KH. Andurrahman Wahid atau Gus Dur. Sejak berlangsungnya pandemi di tutup untuk para peziarah. 

Namun karena tradisi ziarah ke makam ulama dan para guru di lingkungan nahdiyin sangat kental tidak membuat surut niat para peziarah untuk berdoa dan bertawasul di makam Gus Dur dan Hadrorus Syaikh.

Walaupun para peziarah tidak dapat memasuki lokasi makam, mereka rela duduk diatas tanah di komplek pemakamam umum dan menghadap tembok yang berbatasan dengan makam Gus Dur.

Hal itu di ungkap oleh putri Gus Dur di akun Instagram @alissa_wahid :
"alissa_wahid Kemarin Gus Kikin cerita kalau banyak peziarah makam #GusDur dan Hadratussyaikh yang tetap datang di masa pandemi. Karena Maqbarah Tebuireng masih ditutup dari peziarah, mereka memilih pergi ke pemakaman umum yg berbatas tembok dg pemakaman tebuireng. Di sanalah di atas tanah, mereka duduk menghadap tembok, membaca tahlil dan mengirimkan doa untuk para guru mereka. Hari ini dapat fotonya dari twips di twitter.

Ketulusan dalam memberi penghormatan kepada guru, itulah tradisi Nahdliyin sejati."

Posting Komentar

0 Komentar