Breaking News

8/recent/ticker-posts

Header

Menabung Dengan Bonsai, Warga Desa Gedangan Kabupaten Mojokerto Kini Menikmati Panen Di Musim Pandemi


Jangan sepelekan tumbuhan liar, jika di rawat dengan baik dan menghasilkan karya seni akan mengasilkan tabungan jutaan rupiah. Setidaknya itulah yang di lakoni oleh Wiji, pria warga Desa Dusun Bulu, Desa Gedangan, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto ini sejak tahun 2008 silam telah belajar dan mencoba membudidayakan tanaman bonsai.

Kepada majapost Wiji menuturkan : "Awalnya saya memang menyukai seni bonsai, saya mulai belajar dari tahun 2008 mulai dari mencari tumbuhan liar di sungai, hutan, dan di kebun kebun, menanam biji, hingga membeli bibit tanaman bonsai yang berasal dari luar negeri."

"Tapi karena pekerjaan yang sulit di masa pandemi ini, selain untuk saya nikmati sendiri, saya mulai serius menjadikan bonsai ini sebagai tabungan saya. Mengapa saya sebut tabungan ? karna untuk merawat satu tanaman saja butuh waktu minimal 10  bulan untuk bisa dijual." 

Dalam sebulan bisa menjual bonsai sampai berapa ? : "Alhamdulillah bonsai saya banyak diminati orang, sehingga di musim pandemi ini saya bisa mengatasi kesulitan. Tiap bulan di musim pandemi ini bonsai saya terjual minimal 6 sampai 12 pohon dengan harga 200 ribu hingga 3 juta rupiah. Paling tidak sebulan bisa dapat lima juta dari dari hasil pohon yang saya rawat bertahap sejak 2018 sebanyak kurang lebih 400 pohon, saat ini saya masih terus menambah koleksi bonsai saya." tandasnya.

Pohon apa saja yang bisa dijadikan bonsai ? : "Sangat banyak sekali jenis yang saya punya sekarang, mulai dari serut, bougenfil, pohon asem, randu, walikukun, bunut, rukem, trenggulun, waru india, parigata, cemara udang, mentaos, ashoka, kimeng, kulmus, anggur brasil, sancang, latana, dan masih banyak lagi."

Jamu Anti Corona

Apa yang harus diperhatikan dalam berbisnis bonsai ? : "Begini, meskipun menanam bonsai bisa sangat menghasilkan, tapi jangan sampai dalam menanam bonsai orientasinya untuk cari uang. Bonsai itu kaitannya dengan seni, jadi harus benar benar menjadi penikmat bonsai. Kalau niat dari awal sudah nyari uang biasanya akan mudah bosan dan putus asa, enggak serius."

"Tidak menapik juga sih harga bonsai memang tanaman mahal, harga bisa jadi tolok ukur bagus apa tidaknya bonsai. Seperti yang pernah saya lihat ada bonsai yang seharga 5 Miliar yang di pajang di salah satu pabrik rokok terbesar di Indonesia. Tapi jangan nilai rupiahnya yang jadi angan angan tapi nikmati saja prosesnya dan hasil karya bonsai kita." 

"Malah tak jarang meskipun ditawar mahal, para peseni bonsai enggan menjual bonsainya. Saya juga punya bonsai kesayangan ada 5 pohon pernah ditawar sangat mahal tapi saya gak pernah mau jual ! Kadang juga kalau saya suka, saya beli dari peseni bonsai lain, jadi ya memang begitulah dunia bonsai, menikmati seni dan bisnis harus seiring kalau mau hidup dari bonsai."

"Selain itu harus terus belajar, karena teknologi perawatan bonsai juga terus berkembang pesat. Caranya harus banyak bergaul dengan komunitas bonsai untuk saling bertukar informasi dan biasanya komunitas itu untuk menjaga minat kita dalam kegiatan berseni bonsai."

"Merawat bonsai hampir sama dengan merawat burung, ada kontesnya. Kalau dalam kontes kita bisa dapat juara harga bonsai bisa terbang. Minimal bisa ikut event aja, kesempatan nilai bonsai kita bisa bertambah karena pasti ada tawar menawar nanti dari para calon pembeli." tandasnya.

Posting Komentar

0 Komentar