Breaking News

8/recent/ticker-posts

Header

Kemelut Alfian Tanjung Mengkaitkan GP Ansor Dengan PKI Berakhir Dengan Permohonan Maaf.

Gambar tangkapan layar @official_ansor

Entah apa yang merasuki Alfian Tanjung, setelah pernah divonis 2 tahun penjara tahun 2018 oleh Mahkamah Agung terkait ujaran kebencian yang mengkaitkan PDI Perjuangan dengan PKI melalui cuitannya di media sosial.

Kasus lain yang juga pernah divonis bersalah oleh Mahkamah Agung terhadap Alfian Tanjung adalah kasus ujaran kebencian terhadap Presiden Jokowi dan Basuki Tcahaya Purnama (Ahok) pada Februari 2017.

Beberapa waktu lalu perbuatan yang sama dialamatkan kepada GP Ansor, dimana Alfian Tanjung menuduh GP Ansor dan Banser terkait dengan PKI. Beredar video Alfian Tanjung sedang menyampaikan pidato di hadapan jemaah yang di antaranya menyebut kader-kader Ansor Banser saat ini keturunan PKI. 

"Karena dahulu yang membunuh ulama itu adalah Pemuda Rakyat PKI, ketika terjadi serangan balik oleh Banser, Banser membunuh orang-orang PKI. Maka, tidak semua orang-orang PKI itu tidak diselesaikan, terutama yang tokoh-tokohnya. Akibatnya tokoh-tokoh PKI masa lalu punya anak, punya cucu jadi pengurus Banser," ujar Alfian dalam video yang kemudian beredar.

Perbuatan tersebut telah dilaporkan secara hukum oleh GP Ansor pada Juni 2020. Dan Alfian Tanjung memilih untuk berinisiatif mengungkapkan permohon maaf kepada Ansor Banser melalui konferensi pers (23/09/2020) bersama pengurus GP Ansor.

Bukan hanya meminta maaf atas pernyataanya yang mengkaitkan GP Anshor dan Banser dengan PKI. Alfian Tanjung berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya dan menyebut organisasi pemuda dibawah NU sebagai benteng umat islam.

Alfian Tanjung menambahkan : "Hal yang telah dialamatkan sebagai bentuk kekeliruan yang dipersoalkan secara hukum ini tidak boleh lagi terulang baik oleh saya sendiri maupun orang lain. Karena pemuda NU atau Angkatan Muda NU adalah orang yang paling berani dan militan dalam menghadapi gerakan PKI." 

Sekjen PP GP Ansor Adung Abdul Rohman menyatakan telah menerima permohonan maaf itu dengan pertimbangan : "Kita ingin sesungguhnya kehidupan yang tetap utuh, tetap damai apalagi kita itu disatukan oleh satu pandangan, keseragaman yang sama, juga satu bangsa yang sama. Sehingga islah sebagaimana disebut di dalam ayat yang dibacakan oleh sahabat ustadz Alfian Tanjung tadi menjadi dasar bagi kita untuk melakukan perjanjian perdamaian." ujarnya. 

Lebih lanjut Adung Abdul Rohman mengungkapkan : "Di dalam mediasi itu ustadz Alfian Tanjung sudah menyatakan permintaan maaf, sudah mengakui kesalahannya, sudah secara terbuka kepada publik menampaikan permintaan maaf itu melalui koferensi pers. Dia juga berkomitmen untuk menjaga marwah dan martabat dari Ansor, dan Banser, dan Nahdatul Ulama, juga  bersedia untuk membayar kerugian material sejumlah Rp. 9.999.999 (Sepuluh juta kurang 1 rupiah) yang itu nanti akan kita serahkan secara penuh ke Kas Masjid KH. Abdurrahan Wahid." pungkasnya

Posting Komentar

0 Komentar