Breaking News

8/recent/ticker-posts

Header

Isu Mapel Sejarah Akan Dihapus, Nadiem : "Misi Saya Sebagai Menteri Kebalikan Dari Isu Yang Timbul"

Gambar tangkapan layar @nadiemmakarin

Mendikbud  Nadiem Makarim rupa rupanya gerah dengan isu yang beredar dan menjadi perbincangan hangat saat ini secara Nasional. Terkait kabar mata pelarajan Sejarah akan dihapuskan dari kurikulum Nasional yang bahkan menuai banyak sindiran dari para anggota DPR dan para tokoh.

Nadiem Makarim pun buka suara dengan membuat sebuah video klarifikasi berdurasi 2.39 menit yang diunggah di akun pribadinya @nadiemmakarim, berikut isi video tersebut :

"Assalamu alaikum Wr. Wb."

"Saya Medikbud Nadiem Makariem, saya ingin mengklarifikasi beberapa hal karena saya terkejut dengan betapa cepat informasi tidak benar menyebar mengenai isu mapel sejarah. Saya ingin mengucapkan sekali lagi bahwa tidak ada sama sekali kebijakan atau regulasi perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum Nasional.

Isu ini keluar karena ada presentasi internal yang keluar ke masyarakat dengan salah satu permutasi penyederhanaan kurikulum. Kami punya banyak puluhan versi berbeda sekarang yang sedang melalui FGD dan uji publik. Semuanya beleum tentu permutasi tersebut yang menjadi final.

Inilah namanya pengkajian yang benar dimana berbagai macam opsi di perdebatkan secara terbuka. Penyederhanaan kurikulum yidak akan di lakukan sampai dengan tahun 2002, di tahun 2001 kami akan melakukan berbagai macam prototiping di sekolah pemggerak yang terpilih dan bukan dalam skala Nasional.

Jadinya sekali lagi tidak ada kebijakan apapun yang akan keluar di tahun 2021 dalam skala kurikulum Nasional apalagi penghapusan mata pelajaran sejarah. Yang membuat saya mengejutkan adalah komitmen saya terhadap sejarah kebangsaan kita dipertanyakan. Padahal misi saya adalah memajukan kembali pendidikan sejarah agar kembali relevan dan menarik bagi anak anak kita.

Kakek saya adalah salah satu tokok perjuang dalam kemerdekaan Indonesia di tahun 1945. Ayah dan ibu saya aktifis nasional untuk membela hak asasi rakyat Indonesia dan berjuang melawan korupsi. Anak anak saya tidak akann tahu bagaimana melangkah ke masa depan tanpa mengetahui dari mana mereka datang.

Misi saya sebagai menteri malah kebalikan dari isu yang timbul. Saya ingin menjadikan sejarah menjadi suatu hal yang relevan untuk generasi muda, dengan penggunaan media yang menarik dan relevan untuk generasi baru kita agar bisa menginspirasi mereka.

Identitas generasi baru yang Nasionalis hanya bisa terbentuk dari kolektif memori yang membanggakan dan menginspirasi. Sekali lagi saya himbau masyarakat jangan biarkan informasi yang tidak benar menjadi liar. Semoga klarifikasi ini bisa menenangkan masyarakat. 

Sejarah adalah tulang punggung dari  identitas Nasional kita, tidak mungkin kami hilangkan. Terima kasih, Wassalamualaikum Wr, Wb."

Posting Komentar

0 Komentar