Breaking News

8/recent/ticker-posts

Header

Ini Pelaku Penusukan Syeh Ali Jaber, Dokter RSJ Lampung : Belum Ada Indikasi Gangguan Jiwa !


Pasca insiden penusukan ulama dan pendakwah Syeh Ali Jaber di Lampung kemarin (13/09/2020), Polresta Bandar Lampung melakukan koordinasi dengan pihak Rumah Sakit Jiwa Lampung untuk memeriksa kondisi kejiwaan si pelaku yang diketahui bernama Alpin Andria Bin Mrudi.

Dimana sebelumnya menurut pengakuan Sang Ibu, Alpin Andria mengalami gangguan jiwa sejak empat tahun terakhir. Hal itu membuat netijen geram, pasalnya diketemukan akun media sosial pelaku aktif selama dua tahun terakhir.

Berbeda dengan pengakuan ibunya ternyata menurut pihak Dokter Psikiatri Rumah Sakit Jiwa Lampung pelaku sementara ini belum ditemukan adanya tanda tanda gangguan jiwa. Rencananya pemeriksaan kondisi kejiwaan pelaku akan dilaksanakan secara bertahap selama 14 hari.

Menurut dr. Tendi Septa SPKJ, salah seorang psikiatri RSJ Lampung menjelaskan jika pelaku diajak bicara dengan tekanan apalagi ada lebam maka kondisi jiwanya mengalami penurunan : "Saya pikir harus perlu istirahat agar kita melihat bahwa gangguan (jiwa) itu memang bener bener gangguan bukan karena kelelahan." (Official iNews)

Kondisi Syeh ALi Jaber saat ini sudah berangsur membaik bahkan Beliau mengaku sejak terjadinya insiden kemarin kondisi rohaninya lebih tenang dan tentram. Kapolda Lampung beserta Kapolsek dan beberpa aparat lain termasuk TNI segera mendatangi Syeh Ali Jaber di hotel setelah kejadian.

Kapolda Lampung Irjen Pol Purwadi Arianto menyampaikan kepada Syeh Ali Jaber : "Kami sudah bertemu dengan pelaku dan kemungkinan ada sedikit gangguan jiwa. Tapi saya tidak bergitu saja percaya dan akan terus saya tindak lanjuti sampai kami mengundang dan menghadirkan dokter kami dari mabes yang memiliki keahlian jiwa untuk diperiksa ulang." 

Senada dengan Syeh Ali Jaber yang nampaknya juga tidak percaya jika pelaku mengalami gangguan jiwa : "Saya merasa apa yang terjadi ini mohon maaf bukan masalah gangguan jiwa, tapi betul betul anak itu terlatih. Dan cara dia berhadapan dengan saya ... mungkin saya bukan ahli psikologi jiwa tapi saya ahli rukyah, insya Allah saya tahu betul dari pandangan matanya saya tahu dia perlu di rukyah atau tidak." pungkasnya. (KompasTv) 

Pesan Syeh Ali Jaber : "Kejadian ini bagi saya pribadi adalah pelajaran, saya tidak mau dikaitkan dengan kebisingan politik dan isu lain. Makanya saya harap umat tetap tenang jangan ter provokasi untuk mengadu domba diantara kita, ini sudah qodarullah dan saya sudah serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Saya sangat percaya mereka akan menangani kasus ini dengan sebaik baiknya, dengan amanah dan transparan, supaya kita bisa memberikan keterangan kepada umat yang menenangkan hati." tuturnya.

Posting Komentar

0 Komentar