Breaking News

8/recent/ticker-posts

Header

Tak Mau Siswa Kesulitan Internet, SMAN 1 Kutorejo Bagikan Paket Data Gratis Kepada Peserta Didik


Kendala terbesar dalam proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang masih harus diterapkan oleh sekolah di masa pendemi covid-19 adalah ketersediaan infrastruktur seperti, perangkat seluler, internet. sinyal, kuota dan lain sebagainya. Semua itu tentunya membutuhkan biaya yang cukup membuat orang tua siswa memutar otak.

SMAN 1 Kutorejo - Kabupaten Mojokerto memandang infrastruktur tersebut menjadi prioritas. Setelah mendapatkan sinyal persetujuan pemakaian dana BOS untuk kebutuhann internet dan Protokol Kesehatan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. SMAN 1 Kutorejo tak menunggu lama untuk mengalokasikan dan merealisasikan pembagian paket data internet gratis untuk siswa.

Pembagian paket data internet Tahap Pertama dilaksanakan 5 Agustus 2020, pihak sekolah mempercayakan kebutuhan internet siswa dari provider telkomsel untuk menjaga sinyal tetap aman. Waka Sarpras SMAN 1 Kutorejo Ana rosita, S.Pd mengatakan : 

"Untuk bulan ini sekolah telah membelanjakan dan membagikan paket data internet kepada siswa secara gratis masing masing 6,5 Gb untuk kurang lebih seribu siswa. Dengan total biaya yang kami keluarkan sebesar 25 juta hanya untuk kebutuhan internet saja, selain itu siswa juga kami bagikan masker dan face shield agar tetap dapat menerapkan secara disiplin protokol kesehatan." 

Penyerahan dilaksanakan di sekolah dengan pembagian jam dan jumlah kelompok siswa yang hadir untuk mengantisipasi interaksi sosial dalam jumlah besar. Tentunya dengan penerapan SOP kesehatan, memakai masker, cuci tangan, pemeriksaan suhu tubuh, dan jaga jarak.

Sedangkan Kepala Sekolah Ir. Drs. Samsul Mu'arifin M.MPd mengatakan : "Di masa pandemi ini kebutuhan internet dan protokol kesehatan menjadi konsen sekolah kami. Kami tidak ingin siswa mengalami kesulitan seperti di berbagai sekolah lain yang tersebar di media sosial. Dimana orang tua siswa harus berjuang untuk mencari uang guna membeli kuota, siswa harus berjalan jauh untuk mencari sinyal ataupun wifi gratis. Apalagi harus nongkrong di warung kopi hanya untuk sekedar mendapatkan wifi."

"Ini baru tahap pertama, untuk bulan bulan berikutnya kuota akan tetap kami usahakan meskipun sekolah harus mengeluarkan biaya besar, dimana sekolah juga harus tetap mengeluarkan biaya biaya rutin lainnya yang juga sangat besar. Kami hanya ingin anak anak kami dapat belajar dengan tenang, tanpa kendala apapun." pungkasnya. 

Posting Komentar

0 Komentar