Breaking News

8/recent/ticker-posts

Header

Pembongkaran Bangunan Bantaran Sungai Karang Mumus Segmen Pasar Segiri Samarinda Diwarnai Unjuk Rasa


Rabu  05 Agustus 2020 pukul 07.30 wita bertempat di Jalan Dr. Sutomo  Komplek Pasar Segiri RT 28 Sidodadi Kecamatan Samarinda Ulu, telah berlangsung kegiatan pembongkaran bangunan bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) segmen pasar Segiri Samarinda. 

Pembongkaran dilakukan oleh tim terpadu terdiri dari aparat TNI Kodim, Polresta, Satpol PP, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Perumdam Tirta Kencana dan PLN. Kegiatan tersebut diwarnai unjuk rasa penolakan oleh masa berjumlah sekitar 50 orang.

Polresta Samarinda mengamankan 4 orang warga Kelurahan Sidodadi terkait penolakan pembongkaran antara lain : ASB (Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Pasar Segiri), SA (Adik ketua forum), AM (warga RT. 28), dan AW (Anak ketua forum).

Aksi unjuk rasa di mulai pukul 08.00 oleh elemen Mahasiswa dan Warga Pasar Segiri dengan menggunakan pengeras suara dan sebuah mobil pikap. Bertindak sebagai orator diantaranya tiga orang mahasiswa dan  warga SKM Pasar Segiri.

Mereka menyuarakan penolakan pembongkaran pemukiman warga SKM segmen Pasar Segiri yang belum menerima Dana Kompensasi dan meminta Pemkot untuk segera menyelesaikannya. Selain itu juga meminta polisi untuk membebaskan 4 Warga SKM segmen Pasar Segiri yang diamankan, serta penyediaan relokasi yang layak bagi warga SKM ( Pasar Segiri).

Dalam orasinya para mahasiswa mengatakan : 

"Pembongkaran yang di lakukan oleh pemkot pada hari ini sangat melanggar Hak konstitusi dari UUD, warga Pasar Segiri yang mana kompensasi bagi sebagian warga Pasar Segiri belum menerima haknya, serta tidak sesuai nya dengan janji janji yang telah dibahas dengan Walikota yang akan memberikan kompensasi warga Pasar Segiri rumah rumah yang layak."
 
"Kami dari Forum Mahasiswa dan Forum Komunikasi Masyarakat Pasar Segiri Menolak dengan kegiatan pembongkaran sampai ada kejelasan terkait Kompensasi dari Pemkot Samarinda. Kami mewakili Warga Pasar Segiri menolak pembongkaran pemukiman yang belum jelas Kompensasinya."

Pada pukul 08.30 wita Kuasa Hukum Forum Masyarakat Pasar Segiri, Suryo Hilal SH. MH menemui Sekda Kota Samarinda Sugeng Choirudin untuk melakukan diskusi. Dari hasil diskusi tersebut Suryo Hilal SH. MH menerangkan :

"Kami sudah mendapat sms dari Wagub yang dimana beliau berpesan hanya bangunan yang sudah di bayar saja yang di bongkar. Kami meminta agar Pemkot memperhatikan kami dengan cara melakukan relokasi terhadap masyarakat pasar segiri."

"Disini ada 2 golongan masyarakat yaitu Masyarakat yang menyewa tempat dan masyarakat yang mempunyai tempat. Nah, saya harap yang kita perhatikan adalah masyarakat yang masih menyewa ini. Kami harap pemerintah harus hadir disini dan harus mewujudkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia karena kami juga rakyat Indonesia."

Sedangkan Sekda Kota Samarinda Sugeng Choirudin mengklafrifikasi :

"Saya disini bekerja berdasarkan perintah, kami akan berhenti berkerja jika nanti ada perintah tertulis dari Walikota Samarinda. Kami sudah melakukan pemberitahuan semenjak beberapa bulan yang lalu tetapi masyarakat Pasar Segiri tidak pernah menggubris. Kami sudah melakukan ganti rugi tetapi masyarakat yang sampai saat ini masih ada yang belum menyetorkan rekening sebagai persyaratan untuk pemberian bantuan dari Pemkot." pungkasnya.

Meskipun mengalami demo penolakan, kegiatan pembongkaran tetap berlangsung hingga selesai pukul 15.30 dengan situasi aman dan kondusif. Adapun seluruh pembongkaran bangunan SKM berjumlah 11 bangunan antara lain milik : NAS (2 bangunan), S (3 bangunan), K (1 bangunan bengkel), MR (4 bangunan), dan Pos dishub (1 bangunan). (AR/SMR)

Posting Komentar

0 Komentar