Breaking News

8/recent/ticker-posts

Header

Dua Bulan Bergelut Melawan Covid-19, Komunitas Relawan Mojokerto Raya (RMR) Kini Asik Membudidaya Sayur Organik

 

Relawan Mojokerto Raya (RMR) adalah salah komunitas anak anak muda yang terbentuk sejak covid-19 masuk ke Indonesia, khususnya sejak saat masih ramai kasus covid-19 di Jakarta. Tujuan para dibentuknya perkumpulan ini adalah untuk bergabung bersama Satgas Covid-19 menjadi relawan yang bertugas mengedukasi masyarakat dan membantu melaksanakan protokol kesehatan seperti penyemprotan disinfectan dan lain lain.

Junet salah seorang anggota menceritakan : "Awalnya secara swadaya kami melakukan kegiatan penyemprotan disinfectan di kampung kampung. Mengupayakan pengadaan masker dan edukasi pentingnya memakai masker kepada warga, mencari donatur, dan semua kami lakukan demi kemanusiaan tanpa tendensi apapun."

"Seiring berjalannya waktu, kami bergabung membantu satgas covid-19 Kota Mojokerto agar kegiatan dapat terus berjalan karena tentu saja semua memerlukan biaya sedangkan sebagian besar dari kami juga mengalami kesulitan ekonomi." ungkapnya.

Setelah lebih dari 2 bulan mereka berjuang bersama sama, salah seorang sesepuh komunitas menyarankan mereka untuk mulai memikirkan diri sendiri, dan mulai memikirkan masa depan mengingat kasus covid-19 sudah mulai menurun dan masyarakat sudah memiliki kesadaran masing masing.

Atas prakarsa sesepuh tersebut akhirnya 7 dari 20 an anggota memutuskan untuk membudidayakan sayuran organik. Bermodal lahan seluar 9 x 15 milik salah seorang anggota berlokasi di Jl. Lingkungan kuwung no.249 RT.03 RW.03 Kel. Meri Kec. Kranggan, Depan kelurahan Meri, mulailah mereka belajar dan menerapkan pengetahuannya dengan modal seadanya.

Bagus, anggota lain menerangkan : "Kami menanam banyak sayuran hidroponik seperti kangkung, kacang panjang, tomat, cabe, pakcoy dan berbagai jenis sawi, terong, dan lain lain. Semua di mulai dari benih yang di tanah dalam potongan paralon kecil yang dialiri air di bawahnya." 

"Setelah agak besar kami pindah ke paralon yang lebih besar dengan menambahkan menambah kan nutrisi pada airnya. Kesemuanya berbahan organik atau tanpa bahan kimia, bahkan untuk hama hanya kami semprot cairan bawang. Kebutuhan air tidak banyak, karena suplay air dilakukan secara sirkulatif menggunakan pompa air aquarium." pungkasnya.

Saat bulan pertama panen, hasil sayuran di bagi bagikan secara cuma cuma pada warga sekitar dan teman teman. Di bulan berikutnya hasil panen dijual untuk kebutuhan pembibitan dan perawatan.  Tian menjelaskan : 

"Hasil panen untuk satu jenis sayuran ini cukup lumayan, satu bulan minimal bisa menjual 25 Kg untuk sawi gajih saja. Untuk pemasaran sangat mudah, saat ini hasil panen langsung habis di beli warga sekitar."

"Kelebihan sayuran hidroponik adalah dalam perawatannya menggunakan bahan organik, atau tanpa bahan kimia sehingga lebih sehat." ungkapnya. 

Posting Komentar

0 Komentar