Breaking News

8/recent/ticker-posts

Header

Video Ditemukan Seragam Tentara Cina Satu Batalyon Di Laundry Kelapa Gading Dipastikan Hoax


Beredar  viral di media sosial tentang seseorang yang menemukan bayak sekali seragam Tentara China di sebuah laundry di kawasan Kelapa Gading - Jakarta Utara pada 22 Juli 2020. Tak jelas siapa yang membuat dan mengunggah video tersebut, namun telah membuat masyarakat cukup resah.

Si pembuat video nampaknya adalah seorang pria yang terdengar dari suaranya sedang menarasikan temuannya berupa seragam 1 batalyon tentara china di sebuah laundry di kawasan Kelapa Gading. Dalam video tersebut dia mengatakan : "Baju baju komunis nih.... komunis tentara china nyuci di Kelapa Gading nih."

"Di laundry Kelapa gading menerima pakaian seragam tentara china. Tentara china nih.... gak tau maksudnya apa nih tentara china nyuci baju di Kelapa Gading nih. Pasukannya udah banyak nih, siap perang kayaknya nih. tuh.. tentara china tuh.... banyak bajunya nyuci di Laundry Kelapa Gading nih, 1 batalyon kayaknya nih." begitulah narasi yang dia buat bernada provokatif.

Kapolsek Kelapa gading, Kompol Rango Siregar, SIK. bersama anggota langsung bergerak lakukan Penyelidikan. Dengan berkoordinasi dengan seorang ahli bahasa berkebangsaan asli Korea yang menjelaskan bahwa benar itu seperti seragam tentara akan tetapi bukan tentara china melainkan tentara Korea. Hal itu berdasarkan pengamatan terhadap simbol simbol dan tulisan di seragam yang menggunakan aksara dan bahasa Korea.

Berbekal informasi yang cukup Polsek Kelapa gading melakaukan penyelidikan dengan mendatangi laundry diseluruh area Kelapa gading. Setelah mendatangi 42 laundry Polisi tidak menemukan satu pun seragam tentara china yang viral di medsos tersebut.

Kapolsek Kelapa gading, Kompol Rango Siregar, SIK memberikan klarifikasi : "Kami dari Kepolisian telah melakukan pengecekan terhadap 42 usaha laundry yang ada di wilayah Kelapa Gading. Dan tidak menemukan lokasi seperti di video tersebut. Kemudian kami juga telah melakukan koordinasi dengan ahli bahasa terkait dengan penulisan yang ada di video tersebut adalah bukan dari china melainkan dari korea selatan." 

Berikut video klarifikasinya :

Posting Komentar

0 Komentar